Mega Akui Banyak Pecat Kader yang Kecewa Tak Diusung Pilkada

CNN Indonesia | Minggu, 01/11/2020 00:35 WIB
Megawati mengaku banyak memecat kader karena yang bersangkutan kecewa tak diusung pada Pilkada 2020. Mega menyebut kader seperti ini sebagai oportunis. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat mengumumkan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Gelombang I di DPP PDI Perjuangan. Jakarta. Rabu (19/2/2020). (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku belakangan sering memecat kader PDIP. Kata dia, pemecatan lantaran anggota sudah tak ingin terlibat di internal partai berlambang banteng tersebut.

"Sekarang hari-hari ini saya sering melakukan pemecatan. Ndak peduli saya, karena mereka ndak puas sebagai anggota PDIP langsung hengkang. Ya silakan, ya saya pecat," ungkap Mega saat menyampaikan pidato dalam rapat koordinasi PDIP secara virtual, Sabtu (31/10).


Mega pun membeberkan, para kader yang dipecat memilih untuk keluar dari partai karena tidak mendapat restu untuk maju ke Pilkada 2020.

"Silakan, pilihan anda mau kemana. Hanya karena apa? [Karena] Tidak dipilih sebagai calon (peserta Pilkada), wah banyak banget. Untung sekarang sudah agak reda," lanjut dia.

Mega mengaku tidak mempermasalahkan mereka yang berniat hengkang dan membelot ke partai lain, lantaran kecewa tidak diusung PDIP. Menurut dia, kader-kader seperti itu sejak awal memang tidak berniat menjadi kader PDIP.

Infografis Jagoan PDIP yang Tersisa di Pilkada Tanah MinangInfografis Jagoan PDIP yang Tersisa di Pilkada Tanah Minang. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Ia menyebut orang-orang seperti itu sebagai oportunis dan hanya memanfaatkan status PDIP sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia.

"Menurut saya itu bukannya kader, itu oportunis, hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri untuk masuk sebuah organisasi, apalagi parpol," ujar Mega.

"Yang mereka lihat, 'oh ini rakyat pada senang sama PDIP' saya enggak butuh orang seperti itu. Semua yang neken [keputusan] saya, bukan sekjen," kata dia menambahkan.

Mega menegaskan, PDIP tidak membutuhkan kader seperti itu. Menurut dia, kader PDIP harus tetap memiliki semangat juang, meski tidak diusung dalam Pilkada 2020.

"Yang saya butuh, yang namanya dari kader-kader PDIP punya jiwa raga, punya fighting spirit," pungkas Mega.

Seperti diketahui, sejumlah keputusan Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP) terkait pengusungan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan berkompetisi di Pilkada Serentak 2020, memunculkan gejolak hingga perlawanan.

Kader yang lebih dulu bergabung dan merasa layak untuk diusung justru tersingkir.

Salah satu kader yang akhirnya membelot yakni Akhyar Nasution. Pelaksana tugas Wali Kota Medan ini membelot ke Partai Demokrat setelah PDIP mengusung menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan.

(dmi/nma/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK