Densus Ungkap Terduga Teroris di Lampung Ingin ke Suriah

CNN Indonesia | Senin, 09/11/2020 21:07 WIB
Karopenmas Polri mengatakan salah satu terduga teroris yang ditangkap diketahui pernah melakukan pelatihan senjata di hutan jati Blora, Jawa Tengah. Ilustrasi tersangka. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengungkapkan salah seorang terduga terorisme, SA (36) yang ditangkap di Lampung sempat ingin berangkat ke Suriah namun gagal lantaran dicekal saat transit di Thailand.

"Pelaku berangkat ke Suriah bersama Imarudin [sudah ditangkap lebih dahulu pada 30 Mei 2020]. Namun sesampainya di Thailand, kloter tersebut dicekal dan kembali lagi ke Indonesia," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/11).

Dia menjelaskan SA merupakan seorang pemilik bengkel yang berdomisili di Lampung. Terduga teroris ini sempat menjadi pengurus dan kepala sekolah muslim Adira pada 2013-2017.


SA, disebutkan Awi mengenyam pendidikan di Jamaah Islamiah dalam program Sedika Sisba Tajhiz pada 2010. Dia juga sempat melakukan pelatihan senjata di hutan jati Blora, Jawa Timur, pada 2016.

"Pelaku melakukan weapon training di hutan jati Blora/Cepu pada 2016 bersama Imarudin dan Bagja," ucap Awi.

Sementara, komplotan lainnya bernama S (45) dan RK (34) yang juga ditangkap di Lampung diduga masing-masing merupakan bendahara dan Sekretaris sekolah muslim.

Kala itu, dia membantu dana persembunyian dari tersangka teroris lain yang bernama Mariono dan David setelah ditangkapnya Imarudin.

Terakhir, terduga teroris yang ditangkap berinisial I (44) yang merupakan seorang pedagang di wilayah Lampung. Dia diduga bergabung dengan JI sejak 2003 dan aktif memberika ndana rutin ke kelompok Adira sebesar Rp5-10 juta.

Awi menuturkan terduga teroris berinisial I ini merupakan donatur tetap di Sekolah muslim Adira.

"Pemberian dana ke tim program jihad global yang berangkat tahun 2015 kepada Imarudin dkk sebesar Rp10 juta," ucap dia.

Sebagai informasi, tim Densus 88 mengamankan tujuh orang terduga teroris pada 6 hingga 8 November kemarin. Mereka diduga terafiliasi dengan sejumlah kelompok teroris seperti Jamaah Islamiyah, Adira dan Anshor Daulah. Mereka ditangkap di berbagai wilayah seperti Lampung, Sumatera Barat, Batam, hingga Banten.

Rencana Serang Polsek Akabiluru

Selain itu, Awi menerangkan sejumlah terduga terorisme yang ditangkap pada 6 dan 7 November 2020 lalu sempat berencana untuk menyerang aparat kepolisian yang berdinas di Polsek, atau yang oleh terduga disebut sebagia aksi amaliyah.

"Tersangka MA alias Abu Fatih (34) merencanakan amaliyah dengan kakaknya atas nama AD (sudah ditangkap) JAD Sumbar untuk membunuh anggota Polsek Akabiluru dengan menggunakan senpi rakitan laras pendek dan senapan angin PCP milik AD," kata Awi kepada wartawan.

MA ditangkap pada Jumat (6/11) lalu di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Dia diduga tergabung dalam kelompok teror Jamaah Anshor Daulah (JAD) Batam. Sementara AD yang merupakan kakak dari MA ditangkap di Payukumbuh, Sumatera Barat pada hari yang sama.

Awi menyatakan pada 2014 lalu MA juga diketahui sempat hijrah ke wilayah Palu dengan kakaknya, berinisial AD. Di sana mereka bergabung dengan kelompok teroris MIT Poso selama 6 bulan.

Terkait rencana aksi amaliyah, Awi mengatakan MA dan AD sempat melakukan pembahasan untuk membuat bom menggunakan bahan serbuk putih. Mereka juga sempat berencana untuk hijrah ke FIlipina.

"Ada komunikasi dengan M. Sawili alias Ilham alias Abu Aisyah dengan pembahasan dirinya ingin gabung dengan MIT," kata dia.

Dalam perkara ini, MA dan AD dijerat dengan Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU No. 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan Terorisme dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.

Kemudian, Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api / amunisi dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK