Mosi Tak Percaya hingga Boneka Kardus di Demo Ciptaker

CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 20:04 WIB
Aksi massa menolak omnibus law UU 11/2020 tentang Cipta Kerja berlangsung di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (10/11) dari siang hingga senja. Bagian dari massa demonstran tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja menaiki Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020).(CNN Indonesia/Ramadhan Rizki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi massa menolak omnibus law Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) berlangsung di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, hingga Selasa (10/11) sore.

Berdasarkan pantauan di lokasi, di tengah aksi tersebut ada sejumlah orang dari massa aksi yang menaiki Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat.

Mereka memasang dan mengibarkan bendera warna merah dengan simbol silang atau X bertuliskan 'Mositidakpercaya'.


Tak hanya itu, mereka juga mengibarkan spanduk berwarna putih berukuran besar dengan simbol yang sama dan bertuliskan 'Komite Revolusi Pendidikan Indonesia #Mositakpercaya #Cabutomnibuslaw #Kitabelummenang'.

Belum diketahui berasal dari elemen organisasi mana orang yang memasang bendera dan spanduk tersebut. Mereka mengenakan baju bebas dan tanpa atribut organisasi apapun.

Di satu sisi, aksi pemasangan bendera itu diapresiasi massa aksi yang masih bertahan di kawasan sekitar Patung Kuda. Terlihat mereka ada yang mengacungkan jempol dan bertepuk tangan saat bendera diletakkan di atas patung.

Setelah selesai memasang dan mengibarkan bendera dan spanduk di atas patung, pelaku langsung turun dan kembali berbaur di tengah-tengah massa aksi.

Aksi demonstrasi kali ini diinisiasi berbagai elemen organisasi buruh, petani, nelayan, aktivis dan mahasiswa.

Mereka terlihat membawa atribut aksi seperti bendera, spanduk, poster yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja dan penindasan terhadap rakyat kecil.

Selain itu, terlihat pula ada bagian dari massa aksi yang berlagak ibarat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan setelan jas lengkap.

'Sosok' yang berdandan ala Jokowi itu tampak tersenyum di bawah jembatan penyebrangan yang ada di jalan tersebut, menghadap kepada massa yang tengah duduk mendengarkan orasi dari mobil komando di belakang mereka.

Suara orasi penolakan terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 atau Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja terdengar lantang. Sementara 'Jokowi' masih sibuk mengulum senyum di bawah jembatan.

Tapi, 'Jokowi' yang hadir ini bukanlah manusia sesungguhnya, karena ia hanyalah boneka yang terbuat dari kardus dilengkapi foto diri mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Setelan jasnya dibubuhi tulisan oligarki yang ditulis dengan spidol hitam. Beberap massa aksi tampak duduk-duduk di depan boneka Jokowi berbahan kardus itu.

Salah satu massa menyebut, mereka memang butuh kehadiran Jokowi dalam aksi agar suara mereka bisa benar-benar didengar. Tapi, alih-alih Jokowi bisa ditemui, akses untuk menggelar aksi di depan Istana Negara saja tak bisa mereka lakukan.

"Enggak bisa aksi ke Istana, apalagi ketemu Presiden," kata salah satu massa yang sedang sibuk memotret boneka kardus Jokowi.

Boneka Jokowi yang terbuat dari kardus hadir menemani massa aksi yang melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda setelah tak bisa berdemo di Istana, Selasa (10/11).Boneka Jokowi yang terbuat dari kardus hadir menemani massa aksi yang melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda setelah tak bisa berdemo di Istana, Selasa (10/11). (CNN Indonesia/Tiara Sutari)

Pada aksi yang bertepatan dengan Hari Pahlawan ini, massa memang kembali disekat polisi tak bisa mendekati Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara. Mereka hanya diizinkan melakukan aksi di depan Patung Kuda.

Aksi massa di Patung kuda tersebut terpantau selesai dan mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.45 WIB. Sebelum bubar, massa yang dipimpin komando dari atas mobil melakukan doa bersama lintas iman, lalu menyatakan sikap aksi. Kemudian elemen massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) itu sama-sama menyanyikan lagu Internasionale secara serempak.

Setelah bernyanyi bersama, massa berangsur-angsur membubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Terlihat massa sempat membakar sampah sisa-sisa aksi di tengah jalan.

Puluhan aparat gabungan TNI dan Polri turut menyertai bubarnya massa aksi dari belakang agar berlangsung tertib.

Setelah itu, para petugas kebersihan langsung membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan massa aksi di lokasi demonstrasi. Lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat terlihat belum sepenuhnya dibuka.

(rzr, tst/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK