Pertemuan Anies-Rizieq dan Romantisme Pilkada DKI 2017

CNN Indonesia | Rabu, 11/11/2020 08:20 WIB
Kedekatan Anies Baswedan dan Rizieq Shihab mulai kentara saat Pilkada silam. Tak lama dari itu, Rizieq bertolak ke Arab Saudi hingga baru kembali pada 2020. Rizieq Shihab saat merayakan kemenangan versi hitung cepat Anies - Sandi di Pilkada DKI Jakarta putaran dua di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi0
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung menemui Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab pada Selasa (10/11) malam. Beberapa jam sebelumnya Rizieq mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baru saja tiba di Indonesia setelah menetap sekitar tiga tahun sejak 2017 di Arab Saudi.

Pertemuan Anies dan Rizieq diketahui lewat unggahan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain di Instagram. Zulkarnain melalui akun Instagram @tengkuzulkarnain.id menuliskan tentang persahabatan dalam unggahan foto tersebut.

"Pertemuan Empat Sahabat. Tiada yg lebih menggembirakan daripada bertemu dengan shahabat. Nilai persahabatan bagi kaum muslimin itu dari dunia hingga akhirat. Di dunia saling bantu membantu dalam kebajikan dan di akhirat saling tolong menolong menuju sorga," tulis Zulkarnain dalam akun Instagram-nya.


Diketahui, Anies dan Rizieq mulai menjalin kedekatan ketika Pilkada DKI 2017.

Kedekatan keduanya mulai tampak kala Anies hadir di markas FPI sebagai pembicara dalam sebuah seminar di Petamburan, 1 Januari 2017. Dalam pertemuan saat itu, Anies sekaligus membantah sejumlah fitnah yang sempat ditujukan kepadanya.

"Pak Anies ini kerap mendapatkan fitnah, lengkap sudah. Maka dari itu kami berikan kesempatan pada beliau untuk menjawab," kata Rizieq kala itu.

Dalam pertemuan tersebut, Anies menjelaskan bahwa dirinya kerap dituding sebagai Syiah dan tokoh Jaringan Islam Liberal, bahkan ada yang menyebutnya berpaham Wahabi. Dalam kesempatan itu, dia membantah semua tuduhan tersebut.

"Aneh benar, masak satu orang difitnah Syiah sekaligus Wahabi, padahal mereka kan musuhan," ucap Anies.

Manfaatkan Aksi 212 untuk Menangkan Anies

Proses Pilkada DKI 2017 ketika itu diwarnai dengan pelbagai unjuk rasa ormas Islam menyusul pernyataan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dianggap menistakan Islam. Setelah video berisi ucapan yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 viral di media sosial, Ahok mendapat banyak kecaman.

Pernyataan Ahok itu memantik aksi demonstrasi bertajuk Aksi Bela Islam yang digawangi ratusan anggota FPI di bawah kepemimpinan Rizieq Shihab. Aksi ini dilakukan berjilid, mulai 14 Oktober 2016, 4 November 2016 atau yang dikenal aksi 411, hingga 2 Desember 2016 atau Aksi 212.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membeberkan, strategi memenangkan Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017 salah satunya adalah dengan menunggangi Aksi 212 yang sedang menguat.

Mardani yang berperan sebagai ketua tim pemenangan Anies-Sandi saat itu menceritakan, ada dua hal yang mereka manfaatkan ketika Aksi 212 tengah menjadi perbincangan publik. Strategi pertama adalah mengubah penampilan Anies-Sandi.

Mardani mengenang, saat itu Anies-Sandi tidak memakai peci untuk foto kertas suara. Namun, ia dengan tegas meminta keduanya mengambil foto baru dengan peci.

"Akhirnya di tiga pasang itu, yang pakai peci cuma Anies-Sandi, karena kami melihat ada suara baru," kata Mardani kala itu.

Namun demikian, Mardani menegaskan tim yang ia pimpin dalam Pilkada DKI selalu menghindari isu SARA dan hanya berfokus dalam tiga pembahasan, yakni OK OCE, DP Nol Persen, dan KJP Plus atau Kartu Jakarta Pintar Plus.

Strategi kedua adalah dengan menemui Rizieq Shihab. Kendati, saat itu Mardani membantah jika pertemuan Anies dan Rizieq dilakukan untuk meminta dukungan atau membicarakan kasus penistaan agama yang mendera Ahok.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Mardani, baik Anies dan Rizieq memiliki pandangan yang sama soal isu reklamasi yang saat itu sedang santer.

"Ternyata ketemu di titik Anies antireklamasi, Habib antireklamasi. Kalau ada orang dukung ya monggo," tutur dia.

Infografis kasus Pornografi Rizieq Shihab

Setelah Pilkada usai dan Anies dinyatakan menang, tak lama Rizieq malah meninggalkan Indonesia. Saat itu, Rizieq pergi ke Arab Saudi di tengah sejumlah kasus hukum yang membelitnya di Tanah Air.

Rizieq baru kembali ke Indonesia setelah menetap di Saudi selama tiga tahun. Kepulangan Rizieq, Selasa (10/11) kemudian disambut dengan antusiasme oleh para pendukung dan simpatisan FPI di Bandara Soekarno-Hatta maupun di markas FPI di Petamburan.

(dmi/nma/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK