TNI AD Sebut Belum Ada Alat Bukti Kuat Penembakan Intan Jaya

CNN Indonesia | Kamis, 12/11/2020 19:50 WIB
Tim Investigasi Gabungan TNI AD disebut belum menemukan alat bukti yang kuat untuk menaikkan kasus penembakan Pendeta Yeremia ke tahap penyidikan. Ilustrasi penembakan. (Foto: Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Letjen Dodik Wijanarko mengatakan Tim Investigasi Gabungan TNI Angkatan Darat (AD) belum menemukan alat bukti yang kuat untuk meningkatkan status kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani ke tahap penyidikan.

"Sampai hari ini, tim itu belum menemukan alat bukti yang kuat untuk proses penyelidikan ini ditingkatkan menjadi proses penyidikan," kata dia, saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Puspom AD, Jakarta Pusat, Kamis (12/11).

Tim Investigasi Gabungan Penguatan Proses Hukum ini, kata Dodik, terdiri dari unsur Puspomad, staf intelijen TNI AD, Pusat Intelijen TNI AD, dan Direktorat Hukum TNI AD yang bergabung dengan tim Kodam XVII/Cenderawasih.


Tim dibentuk oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa satu hari setelah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya menyerahkan hasil investigasi lapangan ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Tim gabungan berangkat dari Jakarta pada tanggal 26 Oktober 2020 pukul 01.15 WIB dan tiba di Papua 07.30 WIT, selanjutnya langsung bekerja," ungkap Dodik.

Hingga saat ini, kata dia, tim ini juga masih melakukan penyelidikan untuk bisa menemukan alat bukti.

"Kita menanyakan kepada para saksi, kita tentu melihat TKP, kita juga tentu melihat forensiknya dan lain sebagainya," kata dia.

Berbagai tahapan penyelidikan berkaitan dengan kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia, pada September, ini juga harus dilakukan. Salah satunya berkaitan dengan autopsi terhadap jenazah Pendera Yeremia.

"Kita tidak ingin menentukan tersangka itu ke orang yang salah, [tapi] tentunya menentukan tersangka ke orang yang betul-betul melakukan dan berbuat terhadap kesalahan," lanjut Dodik.

Sebelumnya, pemerintah membentuk TGPF Intan Jaya untuk menginvestigasi kasus kematian Pendeta Yeremia. Hasilnya mereka menemukan dugaan keterlibatan aparat keamanan dalam peristiwa terbunuhnya tokoh agama tersebut.

Sementara, hasil investigasi Komnas HAM menemukan bahwa terduga pelaku penembakan Pendeta Yeremia ialah Wakil Danramil Hitadipa Alpius.

(tst/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK