Pemulangan Rizieq dan Harapan Bebas untuk Pendukung Prabowo

CNN Indonesia | Sabtu, 14/11/2020 14:50 WIB
Partai Gerindra mengklaim kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia merupakan salah satu syarat rekonsiliasi kubu Prabowo Subianto dengan Jokowi. Pemimpin FPI Rizieq Shihab. (Foto: AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab disebut ada andil dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan salah satu syarat rekonsiliasi kubu Prabowo dengan kubu Presiden RI Joko Widodo pasca-Pilpres 2019 adalah kepulangan Rizieq ke Indonesia.

"Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani (@ahmadmuzani2) membenarkan bahwa pihaknya mengajukan pemulangan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Tanah Air sebagai syarat rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019," tulis unggahan akun Instagram @fraksipartaigerindra yang terverifikasi, Jumat (13/11).


"Muzani tak membantah saat ditanya apakah Prabowo Subianto telah mengajukan syarat tersebut ke Presiden Joko Widodo," lanjut pernyataan itu.

Selain itu, ia juga mengklaim Prabowo meminta pemerintah membebaskan sejumlah tokoh pendukung yang ditangkap karena terjerat kasus hukum.

Diketahui tokoh pendukung purnawirawan tentara itu, seperti Danjeng Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, dan mantan Kapolda Sofyan Jacob dijadikan tersangka dalam beberapa kasus berbeda di masa Pilpres 2019.

Juga ada Bachtiar Nasir yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian uang, serta Eggi Sudjana yang menjadi tersangka dugaan makar.

Kasus mereka sampai saat ini masih terus berjalan. Ada yang sudah sampai ke pengadilan, dilimpahkan ke Kejaksaan, maupun ditangguhkan penahanannya.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa rekonsiliasi antara kedua kubu yang sempat bersaing setahun lalu harus dilihat sebagai awal dari perdamaian. Bukannya untuk saling mengklaim kekuasaan.

Rizieq sendiri menyatakan ingin melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah. Namun hal tersebut menurutnya sulit jika pemerintah tidak membuka ruang berdialog dengan pihaknya.

"Mana mungkin rekonsiliasi bisa digelar kalau pintu dialog tidak dibuka. Buka dulu pintu dialognya, baru bisa rekonsiliasi. Tak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog itu penting," ujarnya dalam siaran di akun Youtube FrontTV, Rabu (11/11).

Sedangkan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menilai tak ada yang perlu direkonsiliasi antara pemerintah dengan tokoh agama dan politik itu. Menurutnya, pemerintah tak pernah ada masalah dengan pihak Rizieq.

Infografis Jejak Tiga Tahun Rizieq di Arab SaudiInfografis Jejak Tiga Tahun Rizieq di Arab Saudi. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

"Menurut saya apa yang direkonsiliasi? Ada apa dengan Habib Rizieq? Kita tidak ada masalah dari awal," ujarnya, Kamis (12/11).

Moeldoko menegaskan pemerintah tidak pernah mencegat Rizieq ke Indonesia. Ia pun meminta masyarakat memahami bahwa tak ada yang harus direkonsiliasi antara kedua pihak.

Salah satu buktinya, katanya, adalah kepulangan Rizieq pada pekan lalu yang berjalan lancar. Ia mengatakan pemerintah justru memberikan pengamanan untuk kegiatan itu.

Atas klaim bantuan kepulangan dari pihak pemerintah, Rizieq Shihab menyatakan itu merupakan kebohongan besar.

"Jika ada pihak manapun dan siapa pun dari pemerintah Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, yang mengaku-ngaku ikut membantu atau melobi pemerintah Saudi dengan kepulangan saya ini. Maka saya katakan di sini dengan tegas, bohong besar," katanya dalam video yang diunggah di akun Twitter-nya pada Sabtu (14/11).

(fey/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK