Riset UIN: Akun @felixsiauw Puncaki Viralitas Twit Keagamaan

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 06:19 WIB
Tim Riset PPM UIN Jakarta menemukan total 24 akun sentral dalam mengonstruksi dan mendiseminasi narasi keagaaman di media sosial. Ilustrasi. Riset tim peneliti PPM UIN Jakarta menemukan viralitas akun yang cenderung moderat masih kalah dibanding dengan akun berpandangan Islam konservatif. (AFP/Glenn CHAPMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Riset tim peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta menemukan bahwa pandangan konservatif Islam mendominasi dengung di media sosial.

"Temuan utama penelitian ini adalah adanya dominasi narasi paham keagamaan konservatif di media sosial," demikian rilis kesimpulan riset yang dikutip dari situs PPIM UIN Jakarta, Selasa (17/11).

Dari riset tersebut tim itu menemukan diskursus agama pada platform Twitter lebih didominasi konservatisme (67,2 persen), disusul moderat (22,2 persen), liberal (6,1 persen), dan Islamis (4,5 persen).


Pada laporan riset yang diakses CNNIndonesia.com, tim peneliti menemukan bahwa berdasarkan viralitas, akun twitter felixsiauw berada di urutan pertama disusul akun gusmusgusmu, TeladanRasul, dan AlissaWahid.

"Kita mencari dengan kata kunci istilah keagamaan di Twitter, kita urutkan yang viralitasnya paling tinggi, ada 1.500 yang twitnya viral, kita lihat 500 teratas, Felix Siauw itu ada 315 twitnya yang viral," kata Koordinator Riset Media and Religious Trend in Indonesia (Merit) PPIM UIN Jakarta, Iim Halimatusa'diyah menjelaskan hasil riset itu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/11).

Tim peneliti menemukan total 24 akun sentral dalam mengonstruksi dan mendiseminasi narasi keagamaan di media sosial. Felixsiauw menempati urutan pertama dengan total 315 twit yang viral.

Tempat selanjutnya adalah gusmusgusmu (181), TeladanRasul (145), dan AlissaWahid (117).

Felix Siaw sendiri cenderung berada pada sisi konservatif islam, disusul dengan akun teladan rosul, aagym, sabdarosul, dan bachtiarnasir.

Kemudian ada akun gusmusgusmu, AlissaWahid, dan na_dirs yang cenderung berpandangan moderat islam. Dan, Akun sahal_as menjadi salah satu yang cenderung berpandangan liberal.

Pada laporan riset itu disebutkan akun yang cenderung berpandangan moderat seperti gusmusgusmu (181 twit), AlissaWahid (117 twit), dan na_dirs (4 twit) twit viralnya masih kalah dibanding dengan akun berpandangan Islam konservatif yakni felixsiauw.

Akun twitter yang sering dipandang memiliki pandangan liberal seperti akun sahal_as (3 twit) memiliki jumlah twit viral yang jauh lebih sedikit dibandingkan dua kategori sebelumnya.

"Terlihat bahwa akun-akun yang memiliki kecenderungan pandangan yang islamis maupun konservatif masih mendominasi viralitas twit keagamaan seperti akun felixsiauw yang menempati urutan pertama," demikian dikutip dari laporan riset tersebut.

Namun, viralitas ini tidak serta merta dimaknai bahwa akun felixsiauw berpengaruh besar bagi perkembangan pandangan Islam di Indonesia.

Iim mengatakan, viralitas ini hanya menunjukan bahwa warganet lebih tertarik melihat twit felixsiauw.

"Kalau bicara pengaruh, bahwa twit felixsiauw banyak yang melihat, banyak yang reply, like. Tapi, bukan berarti mempengaruhi aliran konservatif di Indonesia. Ini hanya proxy bahwa twit-twit felixsiauw menarik orang untuk dilihat," ucap Iim.

Ilustrasi Twitter, Rabu, 27 November 2019. Layanan jejaring sosial berlogo burung biru ini dikabarkan akan menghapus akun yang sudah tak aktif selama lebih dari enam bulan mulai 11 Desember. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaIlustrasi. Tim Riset PPM UIN Jakarta menemukan total 24 akun sentral dalam mengonstruksi dan mendiseminasi narasi keagaaman di media sosial. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Faktor Twit Viral

Berdasarkan isi dari twitter yang viral tersebut, ada beberapa pola umum yang bisa jadi merupakan faktor viralnya twit tersebut.

Twit viral biasanya berisi topik keagamaan yang bersifat umum, biasanya berisi nasihat atau kata mutiara. Kondisi kedua, biasanya bersifat kontekstual dan cenderung mengikuti tren atau isu yang berkembang di masyarakat.

"Kategori twit pertama akan berpeluang untuk menjadi viral karena isinya cenderung bisa diterima oleh semua kalangan. Sebaliknya, twit kategori kedua berpeluang menjadi viral karena respon terhadap isu yang sedang terjadi cenderung diperbincangkan dan menjadi fokus perhatian banyak orang," ujar Iim.

"Twit dari akun felixsiauw, cenderung terlihat lebih mengikuti isu yang berkembang, sementara twit viral dari akun gusmusgusmu justru lebih didominasi oleh twit terkait topik keagamaan umum yang berisi tausiyah atau nasihat," pungkas Iim.

Untuk diketahui, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif.

Pengumpulan data yang digunakan memakai teknik data mining atau data crawling untuk memperoleh data dari 2 platform media sosial, yakni Twitter dan Youtube. Teknik yang kedua yaitu melakukan wawancara mendalam terhadap informan atau sejumlah tokoh.

Metode yang dipakai tim peneliti Merit menggunakan analisis jaringan sosial dengan memfokuskan analisis derajat sentralitas (degree of centrality) berdasarkan tingkat keterlibatan (level engagement).

Tingkat keterlibatan yang dimaksud antara lain dilihat berdasarkan banyaknya twit, like, dan reply dalam satu akun twitter pada rentang waktu 2009-2019.

(mln/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK