Sekolah Tatap Muka Mengacu pada Penanganan Covid-19 di Daerah

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 16:47 WIB
Satgas Covid-19 menyatakan akan berkoordinasi dengan Kemendikbud RI perihal kebijakan sekolah tatap muka. Satgas Covid-19 menyatakan masih berkoordinasi dengan Kemendikbud RI perihal kebijakan sekolah tatap muka. Bagi kedua lembaga tersebut, aspek keselamatan tetap jadi prioritas. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Penanganan Covid-19 meminta daerah untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jika ingin melakukan pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Pencegahan Covid-19 dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas.

Juru Bicara #SatgasCovid19 Wiku Adisasmito menyatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kemendikbud terkait panduan penyelenggaraan tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Kedua lembaga sepakat bahwa ada beberapa syarat jika pembelajaran tatap muka ingin dilakukan. Pertimbangan perkembangan dan penanganan kasus positif setiap daerah harus menjadi acuan.


"Kami ingatkan sekali lagi, prinsip pembukaan pada masa pandemi, yaitu harus ada prakondisi, timing, prioritas, koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta monitoring evaluasi guna menjaga keamanan masyarakat," ucap Wiku saat memberikan keterangan pers, Kamis (19/11).

Sejak awal pandemi Covid-19 pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi dilakukan secara jarak jauh atau secara daring. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sendiri sebelumnya menyatakan masih menggodok pembukaan pembelajaran tatap muka.

"Untuk sekolah tetap muka ini sekarang kita sedang kaji dan sedang kami analisa dan mengkaji lagi surat keputusan bersama (SKB) 4 kementerian, bagaimana kita bisa membantu anak-anak kita yang paling sulit melakukan pembelajaran jarak jauh, bisa lebih banyak lagi yang masuk sekolah," jelas Nadiem saat rapat kerja Kemendikbud bersama Komisi X DPR RI pada Senin lalu (16/11).

Sebelumnya, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan bagi sekolah yang berada di daerah dengan status zona kuning atau hijau terkait pandemi Covid-19. Namun, bagi sekolah yang berada di luar zona hijau hingga saat ini kebijakan sekolah tatap muka masih terus dikaji.

Menteri Nadiem menegaskan lembaganya memprioritaskan keamanan bagi anak didik. Mengembalikan anak ke sekolah tatap muka seaman mungkin, kata dia, merupakan komitmen utama.

"Jadi mohon kesabaran pasti kami akan selalu meningkatkan kesempatan bagi yang paling sulit melakukan pembelajaran jarak jauh akan bisa melaksanakan format tatap muka. Mohon ditunggu nanti pasti ada kebijakannya," imbuhnya.

(ayo/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK