Polri Belum Mau Ikuti Jejak TNI Ikut Copot Baliho Rizieq

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 15:38 WIB
Polri menyebut pencopotan baliho Rizieq sudah menjadi ranah Kodam Jaya. Polisi belum terlibat dalam kegiatan pencopotan baliho Rizieq. Baliho Rizieq Shihab di salah satu ruas jalan di Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri belum memutuskan untuk mengikuti langkah Kodam Jaya yang mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab yang tersebar di beberapa wilayah.

Pencopotan baliho itu semula dilakukan oleh personel TNI atas perintah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

"Sampai saat ini kami belum ada langkah-langkah seperti yang dilakukan pihak Kodam Jaya," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/11).


Ramadhan menjelaskan bahwa pencopotan baliho tersebut dilakukan oleh pihak Kodam. Sehingga, kata dia, Polri tidak akan berkomentar lebih lanjut terkait dengan kegiatan tersebut.

"Baliho ini ranahnya Kodam," kata dia.

Sebelumnya, terkait dengan Baliho Rizieq, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya bakal mencopot semua baliho yang terpasang sembarangan dan tanpa izin.

"Ini (baliho) akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," kata Dudung usai menggelar apel TNI persiapan Pilkada di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11).

Dudung menyatakan pencopotan baliho Rizieq oleh prajuritnya di Kelurahan Jatimakmur Kota Bekasi dilakukan setelah Satpol PP beberapa kali gagal mencopot spanduk itu. Dia mengatakan baliho itu kembali terpasang usai dicopot.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menegaskan bahwa pencopotan seharusnya dilakukan oleh Satpol PP dan bukan sebaliknya dilakukan oleh para prajurit TNI.

"Ya, itu bukan ranahnya TNI, itu ranahnya Satpol PP," kata Aziz kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/11).

Aziz menilai langkah TNI mencopot spanduk tersebut justru merendahkan perannya tersendiri sebagai seorang prajurit. Seharusnya, kata dia, seorang prajurit melakukan tugas yang lebih besar yakni menjaga pertahanan negara ketimbang melakukan pencopotan spanduk.

"Terkait pencopotan baliho itu merendahkan kehormatan prajurit. Kita sebagai warga negara enggak seharusnya prajurit melakukan itu," kata Aziz.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK