Epidemiolog UI Prediksi Kurva Corona Jakarta Menurun Desember

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 18:19 WIB
Epidemiolog UI Pandu Riono memprediksi kurva corona di Jakarta turun Desember mendatang meski kasus masih di atas 1.000 per hari. Epidemiolog UI memprediksi kurva corona di Jakarta turun pada Desember. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memprediksi kurva kasus covid-19 di Jakarta bakal menurun pada Desember mendatang.

Meski demikian penambahan kasus harian akan tetap berada di atas 1.000.

"Prediksinya di Jakarta itu pada Desember turun kurvanya, tapi dengan catatan tidak boleh ada libur panjang karena dampak kenaikan akan meluas. Sekarang trennya meningkat lagi, prediksinya masih di atas 1.000 kasus sehari hingga Desember," kata Pandu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/11).


Pandu menjelaskan, penambahan kasus harian diprediksi masih tinggi imbas tidak ada pembatasan mobilitas orang masuk dan keluar DKI selama momen libur panjang 28 Oktober-1 November lalu.

Padahal, menurut Pandu, orang-orang yang bepergian akan ikut menyebarkan virus atau bahkan tertular saat bepergian. Hal itu akan berdampak pada lonjakan pasien di rumah sakit.

"Kurva pandemi Jakarta naik lagi, dampak kebijakan cuti bersama liburan. 'People travel, virus travel too, spread the infection'," kata Pandu.

Ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang mengabaikan saran banyak pihak. Sementara peningkatan ekonomi yang digaungkan pemerintah dengan libur panjang tak berdampak signifikan.

"Tapi dampak buruk pada pandemi tak terbantahkan, kenaikan tajam hunian RS di wilayah-wilayah," ucapnya.

"Logikanya, ada lonjakan kasus, ada kasus aktif banyak, banyak kasus aktif, akan ada peningkatan keterpakaian bed di RS," imbuhnya.

Pandu menjelaskan, penemuan kasus positif yang cepat dapat membantu menangani perawatan di rumah sakit sehingga tidak perlu menjadi parah (bergejala berat) dan kemudian menyebabkan kematian.

Upaya ini juga bisa menjadi cara untuk menekan angka kematian.

"Jika kasus meningkat, sebagian akan masuk RS, yang masuk RS kritis berpotensi meninggal. Kalau kita bisa menekan lebih awal, semuanya tidak perlu sampai meninggal," jelasnya.

Berdasarkan data rumah sakit online di laman https://eis.dinkes.jakarta.go.id/dashboard.php yang diakses CNNIndonesia.com, Selasa (24/11) pukul 15.56 WIB menunjukkan data ketersediaan bed di ruang ICU hanya tersisa 18 ruang.

Rinciannya, 4 bed di RSUD Tarakan, 4 di RSUD Pasar Minggu, 1 di RSUD Tebet. Kemudian RSUD Pesanggrahan masih menyediakan 4 ruang ICU, RSUD Pasar Rebo 2 ruang, RSUD Budhi Asih 1 ruang, dan RSU Adhyaksa 2 ruang.

Sementara ketersediaan bed di ruang isolasi sebanyak 249 yang tersebar di 32 rumah sakit yang ada di DKI Jakarta.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 24 November 2020, jumlah akumulasi konfirmasi positif covid-19 di Jakarta sebanyak 129.188 ribu. Dari jumlah tersebut, 117.969 ribu di antaranya sembuh, dan 2.561 meninggal dunia.

(mln/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK