Setengah Juta Positif Covid & Klaim Jokowi Kasus Aktif Rendah

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 08:20 WIB
Presiden Joko Widodo mengklaim kasus aktif di Indonesia lebih rendah dari rata-rata dunia, namun klaim ini dipertanyakan karena jumlah testing yang rendah. Tenaga kesehatan Covid-19. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Akumulasi kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia menembus angka 500 ribu setelah pada Senin (23/11), kasus positif bertambah 4.442.

Selama 9 bulan pandemi berlangsung di Indonesia, kasus Covid-19 terus mengalami penambahan. Beberapa kali rekor harian penambahan positif terjadi, terakhir pada Jumat (13/11) sebanyak 5.444 kasus positif.

Di Ibu Kota DKI Jakarta, rekor penambahan positif harian juga terjadi pada Sabtu (21/11) sebanyak 1.579 kasus.


Beberapa jam sebelum kasus Covid menembus setengah juta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia jauh lebih rendah dari kasus aktif di dunia.

Kasus aktif ialah kasus orang yang masih dalam perawatan baik di fasilitas layanan kesehatan, atau sedang melakukan isolasi mandiri. Data Satgas Covid per 23 November, kasus aktif di Indonesia sebanyak 63.722 kasus.

"Per 22 November 2020 rata-rata kasus aktif covid di seluruh Tanah Air ini 12,78 persen. Ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yaitu 28,41 persen. Ini sudah baik," kata Jokowi di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).

Selain membanggakan kasus aktif yang lebih rendah dari global, Jokowi juga mengumumkan tingkat kesembuhan yang tinggi.

Ia mencatat tingkat kesembuhan di Indonesia saat ini ialah sebesar 84,03 persen sementara global 69,20 persen.

"Ini juga lebih baik, angka kesembuhan dunia yang mencapai 69,20 persen. Ini agar terus kita perbaiki terus," beber Jokowi.

Namun sejatinya, angka kasus aktif ini tidak bisa menjadi ukuran yang valid untuk melihat keberhasilan penanganan pandemi covid-19 di Indonesia.

Sebabnya, kasus aktif merupakan hasil dari pelacakan kontak erat dan testing di masyarakat. Sementara angka testing Indonesia masih di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan kondisi tersebut, epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut ada kemungkinan kasus aktif di Indonesia lebih tinggi dari yang terdata saat ini.

"Kita lihat kapasitastestingnya, kasus aktif sedikit ketika jugatestingnya sedikit, itu artinya kita enggak berhasil mendeteksi kasus di masyarakat yang membutuhkan perawatan, sebetulnya banyak [kasus aktif] tapi testing kita kurang," ucapnya kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Selama pandemi berlangsung di Indonesia, kata Dicky, angka pemeriksaan testing covid-19 belum pernah sekalipun melampaui target WHO.

"Klaim keberhasilan karena kasus aktif itu tidak bisa jadi ukuran, karena masih ada kasus kematian, artinya kita bobol, banyak kasus yang tidak terdeteksi secara dini di masyarakat," tutup dia.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK