Tiga Lonjakan 5.000 Kasus Positif Sepanjang November

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 08:26 WIB
Dalam dua pekan terakhir terjadi lonjakan Covid-19 di atas 5.000 kasus baru, termasuk rekor teranyar yang terjadi kemarin. Petugas memeriksa ambulans yang tiba di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (10/9/2020). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus konfirmasi positif Covid-19 kembali tembus rekor menjadi 5.534 kasus per Rabu (25/11). Angka ini merupakan rekor terbaru setelah lonjakan terbesar sebelumnya terjadi pada pekan lalu, yakni 5.444 kasus baru pada Jumat 13 November lalu.

Kemudian, pada 14 November, tambahan kasus positif juga mencapai 5.272 kasus. Ini artinya, tambahan kasus di atas 5.000 dalam waktu berdekatan di bulan ini.

Tiga kali lonjakan di atas 5.000 konfirmasi positif ini menggambarkan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih terus menunjukkan tren kenaikan.


Sementara secara akumulasi, kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai setengah juta kasus sejak pasien pertama diumumkan pada awal Maret lalu. Jumlah akumulasi kasus positif Covid-19 nasional per Rabu (25/11), sebanyak 511.836 kasus. Dari jumlah itu, 429.807 diantaranya sembuh, dan 16.225 kasus meninggal.

Dikurangi jumlah meninggal dan sembuh, terkini jumlah kasus positif aktif yakni 65.804 kasus (12,9 persen dari total positif).

DKI Terbanyak Tambahan Kasus Harian

Berdasarkan data harian Satgas Covid-19, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi daerah yang menyumbang tambahan konfirmasi positif corona terbanyak, yaitu 1.273 kasus.

Kemudian disusul Jawa Tengah sebanyak 1.008 kasus positif, Jawa Barat 741 kasus positif, Jawa Timur 402 kasus positif, Sumatera Barat 260 kasus positif, dan Riau 236 kasus positif.

Provinsi lainnya menyumbang kasus positif di bawah 100. Ada satu provinsi yang tidak mencatatkan penambahan kasus positif pada hari itu, yakni Provinsi Gorontalo.

Peningkatan kasus Covid-19 di beberapa daerah ini juga akan berdampak pada keterisian tempat tidur di berbagai daerah. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, ada tren kenaikan keterpakaian bed di ICU dan ruang isolasi di rumah sakit khusus Covid-19.

Berdasarkan penjelasan Wiku, ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan keterpakaian tempat tidur covid-19. Seperti Banten, kapasitas tempat tidur ICU sudah terisi sebanyak 97 persen, ruang isolasi sudah terpakai 80 persen.

DKI Jakarta, berdasarkan data per 22 November 2020, tempat tidur ICU terisi 69,57 persen dan tempat tidur isolasi sudah terisi 71,66 persen.

Sedangkan Jawa Barat, tempat tidur ICU terisi 73,45 persen dan tempat tidur isolasi sudah terisi 69,62 persen. Jawa Tengah tempat tidur ICU terisi 80 persen dan tempat tidur isolasi terisi 77,45 persen. Terakhir, Jawa Timur tempat tidur ICU terisi 54,86 persen dan tempat diri isolasi terisi 57,43 persen.

"Tren kenaikan yang signifikan, perlu menjadi alert atau peringatan untuk segera melakukan tanggap siaga. Kita harus mempertimbangkan beban kerja tenaga kesehatan," ujar Wiku dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, belum lama ini.

Sementara tes risiko (testing) mingguan covid-19 di Indonesia masih rendah dan belum bisa mencapai target yang diberikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan asumsi penduduk sebanyak 267 juta jiwa, idealnya dalam sepekan Indonesia dapat melakukan testing kepada 267 ribu orang. Namun angka itu belum pernah sekali pun tercapai sejak hampir sembilan bulan pandemi berjalan di Indonesia.

Berdasarkan data mingguan Satgas Covid-19 hasil analisa 15 November, pemeriksaan testing dalam sepekan sebesar 232.872 orang atau 86,5 persen dari target WHO. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia.

(mln/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK