Ketua FPI Jakarta Bongkar Isi Pertemuan dengan Pangdam Jaya

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 11:40 WIB
Ketua FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas siap membantu Pangdam Jaya menurunkan baliho Rizieq Shihab asal semua baliho yang tak berizin pun turut dicopot. Ketua Umum FPI Jakarta, Muchsin Alatas (kedua dari kiri) bersama Imam Besar FPI Rizieq Shihab (kedua dari kanan), Jakarta, 15 November 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Provinsi DKI Jakarta, Muchsin Alatas membeberkan isi pertemuannya dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman pada Rabu, 18 November 2020.

Muchsin mengatakan pertemuan itu semata-mata hanya silaturahmi para pimpinan FPI DKI Jakarta dengan Pangdam Jaya.

Muchsin juga mengungkapkan Pangdam Jaya mengajak FPI untuk bersama-sama menertibkan baliho-baliho bergambar Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang tersebar di penjuru Jakarta. Melihat ajakan itu, Muchsin mengaku siap untuk membantu Pangdam Jaya menertibkan baliho tersebut.


"Ya kita dari FPI siap membantu bekerja sama seperti yang diinginkan Pangdam Jaya untuk menertibkan baliho Habib Rizieq yang ada di Jakarta," kata Muchsin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/11).

Meski demikian, Muchsin memberikan syarat agar tak hanya baliho bergambar Rizieq saja yang dicopot. Namun semua baliho yang tak sesuai ketentuan di seluruh penjuru Jakarta ikut dicopot. Hal itu bertujuan untuk memberikan rasa keadilan bagi semua.

Terlebih lagi, Muchsin menegaskan bahwa baliho-baliho bergambar Rizieq itu bukan dipasang pihak FPI. Baliho hingga spanduk-spanduk itu, klaimnya, dipasang masyarakat dan para pendukung Rizieq Shihab secara sukarela.

Melihat hal itu, Muchsin berjanji untuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Satpol PP. Sebab, pihak Satpol PP yang memiliki kewenangan penuh untuk menindak baliho-baliho tersebut.

"Beliau [Pangdam] minta saya untuk bantu. Ya nanti saya bantu komunikasi dengan pihak Pemda. Karena ini wewenang dari Provinsi DKI Jakarta. Pihak FPI juga siap bantu pencopotan. Dengan catatan satu, jangan hanya baliho Habib Rizieq saja yang dicopot, semua baliho [tak sesuai ketentuan] harus dicopot," kata Muchsin.

Belum sempat rencana dilakukan, Muchsin menyayangkan pihak Pangdam Jaya sudah menginstruksikan jajarannya terlebih dulu untuk menertibkan baliho-baliho itu pada Jumat (20/11) atau dua hari setelah pertemuan tersebut.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memimpin apel siaga kesiapan Pilkada serentak dan penanggulangan bencana banjir Jakarta, di Lapangan Silang Monas, Jumat, 20 November 2020. CNN Indonesia/Adhi WicaksonoPangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Muchsin mengaku tak mengetahui apa tujuan Dudung langsung menginstruksikan prajurit Kodam Jaya melakukan penertiban sendiri baliho-baliho tersebut. Padahal, sepanjang yang ia ketahui kewenangan penertiban baliho selama ini berada di pihak Satpol PP.

"Tahu-tahu keesokannya, pas hari Jumat, ada tindakan-tindakan seperti itu. Ya kita enggak tahu maksudnya apa, dan tujuannya apa, kita enggak tahu. Yang penting FPI selalu membuka pintu dialog. Selalu membantu, selama yg diinginkan baik unt bangsa dan negara khususnya di DKI Jakarta kita siap membantu," kata Muchsin.

Muchsin menjelaskan bahwa selama ini hubungan antara FPI dan Satpol PP DKI Jakarta berjalan baik. Ia mengatakan selama ini Satpol PP selalu berkomunikasi dengan FPI bila ingin menertibkan baliho. FPI, kata dia, selalu membantu dan terbuka dengan segala keputusan Satpol PP.

"Selama ini kalau Satpol mau copot ga pernah ada yang halang-halangin. Kalau udah dicopot terus dipasang lagi, ya mestinya copot lagi, tegas. Begitu aja. Lama-lama kan duitnya yang masang baliho itu juga abis, darimana duitnya," kata Muchsin.

Terpisah, Wasekum FPI Aziz Yanuar juga mengungkapkan hal yang sama. Ia menegaskan pihaknya tak bisa sendirian dalam menertibkan baliho-baliho tersebut. Sebab, baliho tersebut dipasang oleh masyarakat secara mandiri dan bukan oleh FPI.

"Kalau FPI yang nurunkan bahaya pak. Kita nanti yang diamuk masyarakat. Kita di protes masyarakat karena mereka yang masang. Nah baiknya yang menurunkan itu yang bersangkutan, yakni Satpol PP," kata Aziz.

Aziz mengakui pihaknya sudah sepakat untuk membantu pihak Satpol PP bila ingin melakukan penertiban terhadap baliho-baliho tersebut. FPI, kata dia, siap memberikan penjelasan kepada masyarakat dan simpatisan Rizieq agar tak memasang spanduk yang melanggar ketentuan.

"FPI siap membantu dengan berkoordinasi dengan Satpol PP dan ke masyarakat. Nanti kita jelaskan kalau ini Satpol PP ada aturannya loh, nanti disebutkan ke masyarakat kalau melanggar ketentuan, kan ini bagian edukasi masyarakat juga," kata Aziz.

Sebelumnya, Dudung mengungkapkan pertemuan pihaknya dengan FPI pada 18 November lalu.

"Iya kita sudah bersilaturahmi dengan Ketua FPI Jakarta Muhsin Alatas di Kodam Jaya, tanggal 18 kemarin, jadi dengan FPI tidak ada masalah," kata Dudung, Rabu (25/11).

Ia menjelaskan ihwal pertemuan tersebut semata-mata hanya untuk bersilaturahmi. Pihak FPI juga, sebutnya, ingin berkenalan dengan Pangdam Jaya. Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sama-sama berkomitmen untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

(rzr/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK