Hasto Gowes saat Sepi dari 212: Monas Bukan untuk Demo

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 11:49 WIB
Menyindir Reuni 212, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Monas seharusnya dihormati sebagai tempat menggelorakan nasionalisme, bukan memecah belah bangsa. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menikmati Monas yang lengang dari Reuni 212 dengan bersepeda. Foto diambil pada 2019. (Foto: CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan kegembiraannya saat Monumen Nasional (Monas) sepi pada 2 Desember dari dari Aksi 212 untuk pertama kalinya sejak 2016.

Ia pun memanfaatkan momen itu untuk berolah raga. Ia menggowes sepeda bersama dua orang ajudannya mengelilingi Monas dan juga berfoto-foto di luar pagar monumen.

Hasto mengingatkan bahwa Presiden Pertama RI Sukarno alias Bung Karno membangun Monas sebagai ukiran perjuangan bangsa Indonesia. Monas, kata Hasto, tidak seharusnya dipakai untuk menggelar aksi.


"Seharusnya memang Monumen Nasional bukan untuk demo. Monas itu untuk menggelorakan semangat nasionalisme. Jadi dengan api perjuangan yang menyala menjadi pemimpin dari bangsa-bangsa," kata Hasto saat ditemui CNNIndonesia.com, di sekitar Monas, Jakarta, Rabu (2/12).

Mantan anggota DPR RI itu menyebut keputusan Pemprov DKI untuk tidak mengizinkan kerumunan hari ini sudah tepat. Sebab, Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

"Tidak dalam situasi pandemi pun, seharusnya kita menghormati tempat ini sebagai sebuah simbol untuk membangun kekayaan sebagai bangsa, bukan memecah belah bangsa," tutur Hasto.

Sebelumnya, Reuni Aksi 212 batal digelar di Monas. Penyelenggara acara dari PA 212 dan sejumlah ormas Islam tak mendapat izin dari Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian.

Acara itu pun diganti dengan Dialog 212. Mengusung tajuk Revolusi Akhlak, Dialog 212 menghadirkan 100 tokoh dan ulama. Beberapa di antaranya adalah Rizieq Shihab, Gator Nurmantyo, Din Syamsuddin, dan Anies Baswedan.

(dhf/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK