UPDATE CORONA 2 DESEMBER 2020

Tambahan Positif Covid di Indonesia 5.533, Total Jadi 549.508

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 15:54 WIB
Konfirmasi positif Covid-19 per hari ini, Rabu (2/12), bertambah sebanyak 5.533 kasus baru , sehingga total akumulasi di Indonesia adalah 549.508 kasus. Petugas kepolisian memantau penerapan protokol kesehatan saat Operasi Yustisi COVID-19 di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/11/2020). (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konfirmasi positif virus corona (Covid-19) per hari ini, Rabu (2/12), bertambah sebanyak 5.533 , sehingga total akumulasi sejak pasien pertama diungkap awal Maret lalu adalah 549.508 kasus.

Dari jumlah akumulasi tersebut pasien yang sembuh adalah 458.880 (bertambah 4.001) dan yang meninggal dunia ada 17.199 (bertambah 118).

Berdasarkan data perkembangan penularan virus corona di Indonesia yang dihimpun Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 per hari ini ada 71.074 suspek dan 58.245 spesimen diperiksa.


Selain kasus covid-19 bertambah di dua daerah lagi hari ini sehingga total ada di 507 kabupaten/kota di 34 Provinsi se-Indonesia.

Sebelumnya, per Selasa (1/12) akumulasi positif Covid-19 bertambah 5.092 sehingga menjadi total 543.975 orang. Per hari tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 454.879 orang. Sementara pasien Covid-19 yang meninggal dunia 17.081 orang.

Pada hari tersebut, Kemenkes mencatat juga total suspek Covid-19 sampai hari ini mencapai 71.286 orang dan jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 51.232 spesimen.

Dalam perkembangan penanggulanganpandemi Covid-19 di Indonesia, pemerintah RI kini telah mengupayakan hadirnya vaksin. Berbagai persiapan sudah dilakukan, mulai dari meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Tiongkok, melakukan uji klinik fase 3 di kota Bandung terhadap 1.620 relawan, hingga menyiapkan sistem satu data terintegrasi, guna memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran vaksinasi nantinya.

Kementerian Kesehatan juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, dan vaksinator untuk mempersiapkan program vaksinasi. Selain dari sisi kesiapan pemerintah, masyarakat juga perlu mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan saat vaksin datang.

Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menyampaikan bahwa hal yang pertama perlu diketahui adalah vaksin itu produk biologis yang sangat rentan pada perubahan suhu. Oleh karena itu, lanjutnya, vaksin perlu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, dan suhu ini harus dijaga dari pabrik sampai ke Puskesmas. Ini yang disebut dengan cold chain (rantai dingin).

Proses distribusi vaksin di Indonesia dari Aceh sampai Papua sudah menggunakan sistem cold chain yang baik, hingga ke pelosok negeri.

"Kelengkapannya sudah standar misalnya cold box, itu sudah tersedia semua di Indonesia," kata Dirga dalam dialog produktif 'Setelah Vaksin Datang, Apa yang Perlu Disiapkan?' yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Senin (30/11).

Kedua, lanjut Dirga, Indonesia punya BUMN farmasi yang terpercaya, Bio Farma yang sudah memproduksi vaksin untuk diekspor ke 106 negara lebih, dan sudah diakui WHO. Sambil menunggu kehadiran vaksin dan pelaksanaan program vaksinasi nanti, Dirga mengimbau kepada masyarakat untuk melengkapi informasi yang benar terkait dengan vaksin.

Sementara itu perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia sendiri pada bulan ini dikhawatirkan terjadi lonjakan. Pasalnya ada dua agenda nasional yang bisa memperbesar risiko penularan Covid-19.

Pertama adalah gelaran Pilkada Serentak 2020 di mana hari pemungutan suara akan dilaksanakan pada 9 Desember nanti. Kedua, libur panjang di akhir tahun atau libur natal dan tahun baru (nataru) disertai cuti bersama.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Bidang Politik, Hukum, HAM dan Keamanan Kantor Staf Presiden (KSP) Sigit Pamungkas mewanti-wanti pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember di tengah kasus virus corona yang meningkat belakangan ini. Dia meminta protokol kesehatan benar-benar diterapkan.

Sigit mengingatkan bahwa Presiden RI  Joko Widodo telah memberi empat arahan terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 ini. Presiden Jokowi, katanya, meminta agar penyelenggaraan Pilkada bisa berjalan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia (LUBER), jujur dan adil (Jurdil), serta aman dari Covid-19.

(kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK