Gatot Bela Rizieq, Minta Periksa Semua Kasus Kerumunan

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 13:30 WIB
Gatot Nurmantyo mengatakan jika memang negara adil, maka semua kerumunan seharusnya diperiksa, bukan hanya acara Rizieq Shihab saja. Gatot Nurmantyo mengatakan jika memang negara adil, maka semua kerumunan seharusnya diperiksa, bukan hanya acara Rizieq Shihab saja. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo meminta segala bentuk kerumunan di tengah pandemi Covid-19 ini ditindak tanpa tebang pilih.

Hal ini respons penindakan hukum atas kerumunan massa yang dihadiri pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di tengah pandemi virus corona.

"Yang terjadi belakangan ini tentang pemeriksaan Habib Rizieq Shihab, kalau memang negara ini adil dan benar-benar beradab, maka semua kumpulan orang diperiksa semuanya, ini contoh saja," kata Gatot dalam acara Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh yang disiarkan secara virtual melalui kanal YouTube Front TV, Rabu (2/12).


Gatot juga menyoroti perlakuan yang diterima beberapa pentolan KAMI, seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Penangkapan terhadap tiga orang itu, menurut Gatot, menunjukkan bahwa negara belum mampu mengamini asas keadilan dengan sepenuhnya.

Selain itu, mantan Panglima TNI ini pun menyinggung beragam ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di Papua Barat, dan beberapa daerah lainnya.

"Dia [aparat penegak hukum] melakukan pelanggaran hukum dengan menangkap KAMI, mereka [anggota KAMI] ditangkap tanpa barang bukti," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum FPI Munarman. Ia menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara berasaskan hukum yang berkeadilan.

Suasana di Markas FPI di kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu, 14 November 2020. Ratusan otang mulai berdatangan untuk mengikuti acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan puteri Rizieq Shihab. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaSuasana acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab di Markas FPI kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu, 14 November 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Munarman pun menilai Indonesia bukan negara hukum yang arogan, yang hanya memberikan keadilan bagi segelintir golongan saja.

Munarman menyoroti penindakan aparat penegak hukum yang dinilai tidak adil dalam menyikapi kerumunan di acara yang dihadiri Rizieq Shihab beberapa tempo lalu.

Beragam acara itu kemudian berujung pemanggilan sejumlah saksi oleh polisi hingga pencopotan lurah, camat, maupun wali kota.

"Ini menunjukkan bukan negara hukum berkeadilan," kata Munarman dalam acara yang sama.

Begitu pulang dari Arab Saudi pada 10 November lalu, Rizieq Shihab mengundang kerumunan massa di setiap kegiatan yang dia hadiri.

Dia juga sempat menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya, Najwa Shihab, di kediaman pribadinya di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11) malam.

Kerumunan itu dikecam karena dianggap mengabaikan protokol kesehatan dan tanpa menjaga jarak padahal masih di tengah pandemi.

Buntut dari acara itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Selain itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih dicopot dari jabatannya.

Pencopotan itu berdasar dari hasil audit Inspektorat yang menilai keduanya telah lalai dan abai dengan tidak mematuhi arahan dan instruksi dari gubernur. Tak hanya kedua pejabat, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu dan Lurah Petamburan Setiyanto pun dilaporkan telah dicopot dari jabatannya.

(khr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK