Kronologi 8 Tembakan di Solo: Korban-Pelaku Saling Kenal

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 10:34 WIB
Kasus penembakan mobil seorang pengusaha tekstil di Solo terjadi usai pelaku menumpang mobil korban dan mengajaknya melihat sarang walet. Ilustrasi penembakan. (Foto: Istockphoto/ra-photos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penembakan terhadap mobil seorang pengusaha tekstil di Solo, kemarin, terjadi usai ada penolakan korban terhadap ajakan pelaku untuk melihat sarang burung walet. Keduanya disebut saling kenal.

Pada Rabu (2/12), mobil dari seorang bos tekstil di Solo dikabarkan ditembaki beberapa kali, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Polisi kemudian menangkap LJ (72), warga Jebres, Solo, di ruang tunggu VIP sebuah Perusahaan Otobus (PO) di Palur Karanganyar, sekitar pukul 14.25 WIB dan menyita sejumlah bukti.


Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak mengatakan kasus penembakan yang dilakukan LJ tersebut berawal saat korban bersama sopirnya keluar dari rumah dengan mengendari Toyota Alphard warna hitam untuk mencari makan, Rabu (2/12) pukul 12.00 WIB.

Di tengah perjalanan, mobilnya dihentikan oleh pelaku LJ dengan istrinya dengan maksud ingin menumpang mobil korban. Pelaku memang tinggal di Kelurahan Jebres, tak jauh dari kediaman korban di Kelurahan Tegalharjo.

"Pelaku dan korban saling mengenal sebelumnya," kata Ade.

Saat di dalam mobil. pelaku dan istrinya mengajak korban menuju ke rumah sarang walet milik pelaku di Jalan Wolter Monginsidi, Solo. Saat tiba di depan sarang walet itu, LJ meminta korba ikut turun dar mobil.

Namun, korban menolaknya. Pada waktu yang bersamaan, sopir korban melihat pelaku membawa senjata api yang ditaruh di bagian depan celana. Sopir yang curiga tersebut kemudian memutar balik mobil korban.

Hal itu membuat pelaku marah dan berteriak meminta korban menghentikan kendaraan. Permintaan itu tak digubris. Pelaku lantas menembakkan pistolnya sebanyak delapan kali dan mengenai sisi kiri badan mobil korban.

"Alhamdulillah tidak tidak ada satu pun peluru yang mengenai korban," ujar Ade.

Sopir kemudian melaju dan mengamankan kendaraan ke arah Markas Komando Detasemen C Brimob di Banjarsari, yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Polresta Surakarta yang menangani kasus tersebut kemudian menerjunkan tim identifikasi Satuan Reskrim ke tempat kejadian perkara (TKP). Pengejaran terhadap pelaku pun dilakukan.

"Kami membagi tim karena kasus ini, pelaku dengan membawa senjata api, dan di-back up oleh Tim Tindak Detasemen C Brimob Polda Jateng, untuk melakukan penangkapan kepada pelaku," tutur Kapolres.

Pada pukul 13.25 WIB, polisi mendapat informasi pelaku ada di salah satu PO bus di Palur, Karanganyar. Tim bergerak di lokasi dan melakukan penangkapan pelaku sekitar pukul 14.25 WIB.

Selain itu, ditemukan juga barang bukti berupa sepucuk pistol jenis Volter kaliber 22 milimeter berikut tiga magazine dan 62 butir peluru dari pelaku.

Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019Infografis Kasus Terorisme Sepanjang 2019. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

"LJ ini, saat ditangkap oleh polisi sudah membawa tiket hendak pergi ke Bekasi usai melakukan penembakan terhadap mobil korban," ucap Kapolres.

Pelaku kini sudah dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

"kasus ini masih kami dalami motivasi pelaku melakukan penembakan mobil korban sebanyak 8 kali itu," tandas Ade.

(syd/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK