4.300 Aparat Dikirim ke Pilkada Tangsel-Depok, Pantau Prokes

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 15:03 WIB
Sebanyak 4.300 personel gabungan TNI-Polri mengamankan gelaran Pilkada Tangerang Selatan dan Depok 2020. Ilustrasi aparat. (Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 4.300 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan gelaran Pilkada 2020 di Tangerang Selatan dan Depok, salah satunya terkait penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pengamanan itu akan dilakukan selama proses pemungutan suara hingga penghitungan suara.

"Kekuatan yang kita turunkan sekitar 4.300 personel kita turunkan pengamanan di dua tempat baik di Tangerang Selatan maupun Depok," kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (9/12).


Selain itu, kata Yusri, 1.500 personel gabungan juga disiagakan untuk membantu pengamanan Pilkada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sejauh ini, berdasarkan pemantauan aparat, dua lokasi itu masih kondusif.

"Laporan terakhir kondisi di semua TPS, baik di Depok maupun Tangerang Selatan, masih berjalan sesuai rencana dan aman terkendali," ujarnya.

Selain melakukan pengamanan, Yusri menuturkan personel yang bertugas juga memastikan penerapan protokol kesehatan selama pelaksanaan Pilkada.

Jika terbukti ada yang melanggar aturan protokol kesehatan, maka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Yusri menyampaikan sejauh ini pihaknya telah melakukan upaya preemtif dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehatan.

"Di TPS pun sudah ada aturan yang disampaikan ke sana, petugasnya pun melakukan kegiatan pemungutan suara ini dengan protokol kesehatan yang sudah kita lakukan pelatihan-pelatihan selama ini," tuturnya.

Sementara itu. penerapan protokol kesehatan di sejumlah TPS di Tangsel tampak kendor.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah warga Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan mengabaikan protokol kesehatan usai menunaikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 034, tempat mereka memilih.

Sekitar pukul 11.00 WIB, warga yang menerima fasilitas makan gratis di area TPS abai protokol kesehatan dengan berkurumun di sejumlah lapak pedagang dekat TPS.

Ada tiga lapak pedagang di dekat TPS 034 yang memang disediakan bagi pemilih. Menurut salah satu warga, Tommy Hendrawan, tiga lapak pedagang masing-masing yakni mie ayam, siomay, dan ketoprak itu disediakan dari hasil swadaya masyarakat.

Kata Tommy, fasilitas itu disediakan warga RT 01 RW 09 untuk menolak praktik politik uang di hari pencoblosan.

Sejumlah warga Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan mengabaikan protokol kesehatan usai menunaikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 034, tempat mereka memilih.Sejumlah warga Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, tampak mengabaikan protokol kesehatan usai menunaikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 034. (Foto: CNN Indonesia/Thohirin)

"Kita memang di sini uang kas ada uang pengajian, begitu kompaknya kita bareng-bareng di sini, kita sewa tukang siomay, jadi partisipasinya uang mereka. Udah tinggal makan doang," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/12).

Kendati demikian, warga yang menerima fasilitas makan gratis itu justru berkerumun dan abai protokol kesehatan saat hendak mengantre dan mendapat makan di dekat TPS. Kondisi itu terjadi meski TPS 034 telah menerapkan sejumlah protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 034 Ciputat Tangsel, Zainal Abidin mengaku antusiasme warga di TPS-nya memang cukup tinggi. Hingga pukul 12.00 WIB, lebih dari 50 persen warga telah menggunakan hak pilihnya di TPS.

"Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 301 yang masuk dari 466 DPT," tandasnya. 

(thr/dis/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK