Doni Monardo: RI Masuk 35 Negara Rawan Bencana di Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 15/12/2020 14:26 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo menyebut Indonesia masuk salah satu dari 35 negara rawan bencana tertinggi di dunia. Kepala BNPB Doni Monardo menyebut Indonesia masuk dari 35 negara rawan bencana tertinggi di dunia. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebut insiden bencana alam yang terjadi di tanah air sepanjang tahun 2018 hingga 2020 menjadikan Indonesia masuk sebagai satu dari 35 negara dengan tingkat ancaman risiko bencana alam tertinggi di dunia.

Doni juga menyatakan Indonesia sempat didapuk menjadi peringkat pertama risiko bencana alam tertinggi di dunia karena jumlah kematian yang tinggi akibat bencana alam yang terjadi di sepanjang 2018, seperti gempa bumi Lombok, tsunami Donggala, hingga tsunami Selat Sunda.

"Indonesia sudah dideklarasikan oleh World Bank sebagai salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tertinggi. Jadi dari 35 negara dengan risiko bencana alam tertinggi, Indonesia menjadi salah satunya," kata Doni dalam 'Seminar Nasional Sosialisasi dan Pembelajaran Pemulihan Pasca Bencana Alam: Sosial, Ekonomi dan SDA', yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (15/12).


Doni menegaskan kerugian akibat bencana yang terjadi pada lima tahun terakhir itu juga begitu besar. Kerugian yang dicatat meliputi kerugian personel, material, dan juga infrastruktur.

Doni merinci, tahun 2015 terjadi sebanyak 1.694 bencana. Dari jumlah itu 276 jiwa meninggal dunia dan hilang, sementara 1,2 juta mengungsi. Dilanjutkan pada tahun 2016 meningkat menjadi 2.384 bencana, dengan 521 jiwa meninggal dunia dan hilang, 3,2 juta warga mengungsi dan terdampak.

Kemudian pada tahun 2017, mengalami penurunan jumlah bencana menjadi 2.372 bencana, dari jumlah itu 377 jiwa meninggal dan hilang, serta 3,49 juta jiwa mengungsi. Pada 2018, meningkat menjadi 3.397 kejadian bencana dengan 6.240 jiwa yang meninggal dunia dan 10 juta jiwa yang mengungsi.

Dilanjutkan, pada 2019 sebanyak 3.814 kejadian bencana dengan 592 jiwa meninggal dan 6,1 juta jiwa mengungsi. Terakhir, pada 2020, dari 1 Januari hingga 14 Desember ini tercatat sebanyak 2.823 kejadian bencana. Dari jumlah itu, 401 jiwa meninggal dan hilang, sementara 6,2 juta warga mengungsi dan terdampak bencana alam.

"Hal itu menunjukkan betapa Indonesia berada pada titik yang sangat berisiko," pungkas Doni.

Lebih lanjut, Doni pun mengkategorikan bencana yang terjadi di Indonesia menjadi empat klaster. Pertama, adalah klaster geologi dan vulkanologi yang berupa letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi.

Kedua, Hidrometeorologi I jenis kering yang berupa kebakaran hutan dan kekeringan. Ketiga, Hidrometeorologi II jenis basah yang berupa banjir, banjir bandang, longsor, gelombang ekstrim, dan angin puting beliung.

Klaster keempat, bencana non alam seperti limbah, epidemi, pandemi, hingga gagal teknologi.

(khr/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK