Hendak Menuju MK, Pedemo Omnibus Law Diadang Kawat Berduri

CNN Indonesia | Rabu, 16/12/2020 12:27 WIB
Polisi memasang kawat berduri untuk menghalangi para buruh yang hendak berdemo menolak Omnibus Law di depan gedung MK. Buruh dari KSPI berdemo saat MK menyidangkan uji materi Omnibus Law Cipta Kerja. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) diadang aparat kepolisian saat bergerak ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, untuk berunjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Sekitar seratus orang buruh berjalan kali dari Pintu Barat Monumen Nasional. Baru berjalan sekitar seratus meter, langkah mereka harus terhenti.

Polisi membentangkan kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat. Kendaraan taktis seperti meriam air (water cannon) disiagakan di balik kawat berduri.


"Setiap pendapat, setiap aksi, itu perlu ditampung, perlu difasilitasi agar bisa menyampaikan aspirasi secara langsung, tapi ini disekat-sekat. Kami menganggap ini menjauhkan rakyat dengan pemimpinnya," ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyo saat ditemui di lokasi aksi, Rabu (16/12).

Para buruh pun terhenti di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Padahal awalnya mereka hendak berunjuk rasa di depan Gedung MK dalam rangka mengawal sidang uji formil dan materil UU Cipta Kerja.

Kahar mempertanyakan kebijakan kepolisian ini. Sebab sejak pengesahan UU Cipta Kerja, rakyat dilarang menyampaikan aspirasi langsung ke Istana Negara.

"Saya kira ini akan merugikan dalam konteks citra pemerintah, karena akan ada kesan menjauhkan rakyat yang ingin menyampaikan aspirasinya," ujarnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa digelar di berbagai daerah sejak UU Cipta Kerja disahkan oleh DPR dan pemerintah pada 5 Oktober 2020. Sejumlah aksi juga dilangsungkan di Jakarta.

Meski begitu, massa aksi tidak pernah bisa mendekat ke Istana Negara. Polisi selalu mengadang massa di sekitar Patung Kuda. Beberapa aksi berujung tindakan represif aparat karena massa coba menerobos kawat berduri.

(dhf/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK