Demo Ricuh di Pabrik Nikel VDNI Konawe, Kendaraan Dibakar

CNN Indonesia | Senin, 14/12/2020 20:59 WIB
Bentrokan massa ini terjadi selepas demo menuntut kenaikan upah di sekitar pusat pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry. Demo berujung ricuh terjadi di pusat industri pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Kendari, CNN Indonesia --

Demo berakhir ricuh di pusat industri pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (14/12).

Kepala Bidang Humas Polda Sultra Komisaris Besar Fery Walintukan menyatakan sejumlah kendaraan perusahaan pun dibakar massa saat bentrokan tersebut.

"Ada demo ricuh, tapi kami belum dapat informasi resmi dari kaporles seperti apa situasi di sana," kata Fery saat dihubungi CNNIndonesia.com.


Fery menyebut polisi dari kesatuan Brimob Polda Sultra telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi ricuh tersebut.

"Ada Brimob yang dikirim ke sana," ujarnya.

Fery mengaku belum mengetahui informasi terakhir di wilayah industri milik perusahaan asal China tersebut.

"Saya sudah hubungi kapolres tapi belum tersambung. Kami lagi menunggu informasi perkembangan di sana," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh CNNIndonesia.com, kericuhan ini terjadi usai demo buruh yang menuntut kenaikan upah.

Massa sempat menggelar orasi di jalan utama depan kantor PT VDNI. Massa juga hendak menerobos masuk perusahaan, namun dihalangi pihak keamanan pabrik.

Bentrokan massa dengan aparat keamanan pabrik pun tak terhindarkan. Kedua belah pihak saling lempar batu.

Karena jumlah massa cukup banyak, keamanan pabrik mundur. Dari sejumlah video yang beredar beberapa kendaraan perusahaan dibakar, termasuk alat berat.

Hingga saat ini, belum ada informasi adanya korban luka termasuk nasib tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di sana.

External Affair Manager PT VDNI Indrayanto belum mau memberikan keterangan terkait bentrokan hingga berakhir pembakaran di lokasi pabrik.

(pnd/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK