Respons Mahfud, Andi Arief Setop Polemik Jenderal Tua

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 02/01/2021 16:19 WIB
Andi Arief menyatakan tidak akan memperpanjang cuitan mengenai jendral tua yang menyesatkan yang sempat direspons Mahfud MD. Politisi Partai Demokrat Andi Arief. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus DPP Partai Demokrat, Andi Arief menyetop polemik cuitannya di media sosial Twitter mengenai sosok jendral tua yang dinilai menyesatkan dan melanggar HAM.

"Saya berhenti dulu baiknya berpolemik soal itu," kata Andi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (2/1), merespons pertanyaan Menko Polhukam Mahfud MD soal siapa jendral tua yang dimaksudkan Andi di Twitter sekaligus mengklarifikasi ihwal twitnya tersebut

Andi mengatakan dirinya sekadar menyarankan agar elemen masyarakat sipil untuk diajak bicara dan duduk bersama.


"Cuma menyarankan komponen civil society diajak bicara duduk bersama. Mencari jalan yang tidak menabrak demokrasi," kata Andi.

Sebelumnya, Mahfud MD dan Andi Arief kembali saling melontarkan pernyataan di media sosial Twitter baru-baru ini. Kejadian itu bermula ketika Andi Arief melontarkan cuitan dengan menyertakan akun Twitter Mahfud MD.

Dalam cuitannya, Andi berharap Mahfud mau berdiskusi dengan masyarakat sipil. Ia menilai berdiskusi dengan masyarakat lebih baik ketimbang dengan mendengarkan para jenderal tua.

"Mudah-mudahan Pak Prof @mohmahfudmd mau berdiskusi dan mendengarkan civil society yang pasti tak menjerumuskan, ketimbang mendengar pandangan-pandangan yang bisa menyesatkan dari jendral tua yang sudah terbukti menyesatkan dan melanggar HAM," kata Andi Arief via akun Twitter, @Andiarief__, Minggu (1/1/2021).

Andi Arief tak pernah menjelaskan latar belakang dan konteks cuitan yang sudah di-retweet oleh 585 akun dan mendapatkan 2.632 likes tersebut.

Pada Sabtu (1/1) Mahfud lantas merespon cuitan Andi Arief tersebut di akun Twitter pribadi miliknya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lantas mempertanyakan siapa sosok jenderal tua yang disebut Andi Arief tersebut.

Terlebih, Mahfud mengaku sering kali berdiskusi dengan para mantan jenderal, seperti Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

"Jenderal Tua yang mana, Dinda? Banyak jenderal senior yang sering berdiskusi dengan saya seperti Pak SBY, Pak Prabowo, Pak LBP, Pak Tri, Pak Saiful S. 2 hari lalu saya malah dapat kartu greeting dari Pak SBY yang berlatar foto alam yang sangat indah hasil potretan Almarhumah Bu Ani SBY. Hormat untuk Pak SBY," ucap Mahfud melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd.

(rzr/vws)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK