Wagub DKI Harap Pertengahan Januari Mulai Vaksinasi Covid

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 16:25 WIB
Pemprov DKi telah menerima 39.200 dosis vaksin tahap pertama, dan akan tengah pekan ini akan dikirimkan lagi 80.850 dosis vaksin Covid-19 oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 23 November 2020. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengisyaratkan pihaknya bakal memulai program vaksin virus corona (Covid-19) pada pertengahan Januari 2021. Vaksin tahap pertama, kata dia, akan menyasar 119.145 tenaga kesehatan di Jakarta.

Meskipun demikian, Riza menegaskan Pemprov DKI Jakarta tetap menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait program vaksinasi Covid-19.

"Kami sudah siapkan tenaga kesehatannya, siapa saja yang akan divaksin sudah ada daftar jumlahnya. Mulai pertengahan Januari, minggu kedua dan ketiga mudah-mudahan kita bisa mulai," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (5/1).


Jakarta sendiri telah menerima 39.200 dosis vaksin tahap pertama. Sementara, untuk tahap kedua, vaksin akan dikirim Kamis (7/1) sejumlah 80.850 dosis vaksin, sehingga total vaksin yang diterima DKI sebanyak 120.050 dosis vaksin.

Riza sebelumnya mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan 453 fasilitas kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, nantinya dalam sehari ada 20.473 orang yang akan disuntik vaksin di Jakarta. Penerima vaksin tahap pertama sesuai petunjuk teknis pemerintah pusat adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas kesehatan.

Diketahui, pemerintah Indonesia telah mendatangkan 3 juta vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China. Tiga juta vaksin itu pun sudah mulai diedarkan ke provinsi-provinsi sesuai jatah masing-masing sejak akhir pekan lalu.

Meskipun demikian, vaksin produksi Sinovac itu belum mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) untuk vaksin Sinovac dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) RI.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari BPOM RI Lucia Riska Andalusia mengatakan pihaknya masih menunggu kelengkapan data dari tim peneliti uji klinis fase III vaksin Sinovac yang berada di Bandung.

"EUA belum, pastinya kami upayakan secepatnya setelah menerima data lengkap. Agar penyuntikan dapat segera diberikan," kata Lucia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).

Sebelumnya, Manajer Tim Riset Fakultas Kedokteran Unpad Eddy Fadlyana menjanjikan pihaknya mengirim laporan interim uji klinis fase III ke BPOM pada pekan ini, paling tidak 8 Januari 2021. Selanjutnya, kata dia, BPOM lah yang akan mengumumkan hasilnya, termasuk kajian keampuhan atau efikasi dan keamanan vaksin Covid-19.

"[Diumumkan] tanggal 15 Januari oleh BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan]," ujar Manajer Tim Riset Fakultas Kedokteran Unpad Eddy Fadlyana melalui pesan singkat, Senin (4/1).

Sementara itu, meski belum mendapatkan izin pakai darurat dari BPOM, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan proses vaksinasi Covid-19 akan berjalan mulai Rabu (13/1) mendatang. Dalam program vaksinasi Covid-19, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang akan disuntik.

Kendati demikian, Kementerian Kesehatan sebetulnya belum mengeluarkan jadwal vaksinasi Covid-19 secara resmi. Jubir Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya masih menunggu EUA vaksin Sinovac dari BPOM.

Bukan hanya itu, sejumlah daerah pun sudah mengumumkan tanggal proses vaksinasi mulai dilakukan. Selain DKI, Pemprov Jabar dan Kota Tangerang Selatan (Banten) menyatakan waktu dimulainya pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

(dmi/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK