39 Ribu Tenaga Kesehatan di Lampung Daftar Vaksinasi Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 15:45 WIB
Pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Lampung masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat. Pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Lampung masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menyampaikan ada 39.707 orang tenaga kesehatan yang mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap pertama.

"Jumlah tenaga kesehatan yang telah mendaftar secara online terakhir tercatat ada 39.707 orang," ujar Reihana, di Bandarlampung, dikutip Antara, Selasa (5/1).

Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.


"Masih menunggu keluarnya izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM sebab hal tersebut penting sebelum pelaksanaan vaksinasi," katanya.

Menurutnya, dari 39.707 orang tenaga kesehatan yang mendaftar, masih akan dilakukan verifikasi ulang untuk menerima vaksin. Verifikasi ini untuk melihat adakah penyakit bawaan (kormobid) serta bagaimana kondisi kesehatan tenaga kesehatan tersebut.

Ia mengatakan hari ini telah ada 20 tenaga vaksinator yang tengah menjalani training of trainer (TOT) dari Kementerian Kesehatan secara daring untuk mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hal serupa juga dikatakan oleh salah seorang tenaga keperawatan di Kota Bandarlampung yang namanya tercantum dalam salah satu daftar penerima vaksin Covid-19.

"Kemarin sudah melihat di link peduli lindungi dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saya terdaftar sebagai penerima vaksinasi," ujar salah seorang perawat, Hana.

Ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Dirinya hanya berusaha menjaga stamina agar tetap sehat pada saat pelaksanaan vaksinasi.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Riska Andalusia mengatakan pemerintah akan mengeluarkan izin pakai penggunaan darurat (EUA) vaksin produksi Sinovac di Indonesia secepatnya.

Lucia menyatakan hingga kini EUA vaksin Covid-19 Sinovac belum dikeluarkan BPOM. Pihaknya masih menunggu kelengkapan data dari tim peneliti uji klinis fase III vaksin Sinovac yang berada di Bandung.

"EUA belum, pastinya kami upayakan secepatnya setelah menerima data lengkap. Agar penyuntikan dapat segera diberikan," kata Lucia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).

(Antara/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK