Santri Gegar Otak Diduga Dianiaya Ustaz, Polisi Turun Tangan

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 23:56 WIB
Santri di Pamekasan disebut mengalami gegar otak usai mendapat kekerasan dari oknum ustaz di salah satu ponpes. Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Istockphoto/deepblue4you)
Pamekasan, CNN Indonesia --

Polres Pamekasan, Jawa Timur, mengusut kasus dugaan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum ustaz di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kepada santrinya hingga memicu gegar otak.

Oknum ustaz tersebut berinisial A. Sementara santri yang jadi korban masih berusia di bawah umur dengan inisial F warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu.

"Anggota kami telah melakukan penyelidikan awal dengan mendata korban dan terduga pelaku penganiayaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo dalam keterangannya, Selasa (5/1).


Berdasarkan versi keluarga korban, santri yang masih berusia 14 tahun tersebut diduga dipukul dengan menggunakan bantalan Quran, saat aktivitas salat berjamaah pada Sabtu (2/1).

Akibatnya, dahi korban bengkak dan mengalami luka serta kelopak mata membiru.

Saat ini F berada di RSUD Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi batok kepala setelah mendapat surat rujukan dari RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan yang terkendala perawatan dan alat medis.

Berdasarkan keterangan dari pihak RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, F masuk ke UGD sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu (2/1).

Dari hasil pemeriksaan, F mengalami penurunan kesadaran, tulang tengkoraknya retak, hingga mengalami geger otak, dan perlu pemeriksaan lanjutan berupa CT Scan kepala.

Kakak kandung korban, Fitri, menyebut dirinya semula mendapat kabar bahwa adiknya mengalami jatuh dari pesantren. Karena kondisi adiknya tak sadarkan diri, ia pun menelusuri dengan mencari tahu kepada teman-temannya.

Ternyata, adiknya disebut mendapatkan penganiayaan dari seorang ustaz yang juga banyak disaksikan santri lain.

"Saya juga alumni pesantren itu, tapi masak pantas tindakan memukul pake rehal itu dilakukan sama murid, mungkin saya salah bicara," kata Fitri menceritakan.

Herita ini terbit, tidak ada keterangan dari pihak pengurus pesantren. 

(nrs/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK