DKI Tambah 2 Ribu Nakes, Solo Minta RS Darurat di Soloraya

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 20:24 WIB
Pemprov DKI menambah sebanyak 2.767 nakes menghadapi pandemi covid, sementara itu Solo meminta pendirian RS Darurat untuk pasien di Soloraya. Ilustrasi tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim pihaknya telah meningkatkan fasilitas kesehatan dalam rangka penenangan covid-19 di DKI. Salah satunya penambahan sebanyak 2.767 tenaga kesehatan.

"Ada 2.767 tenaga kesehatan yang kita minta ditambah kembali dalam waktu dekat ini. semuanya kita tambah ya," kata Riza dalam konferensi pers yang digelar di YouTube resmi milik BNPB, Kamis (7/1).

Fasilitas kesehatan juga ditingkatkan, misalnya saat ini pihaknya tengah berusaha meningkatkan jumlah tempat tidur dan ICU yang diprediksi bisa penuh pada Februari mendatang.


Terkait dengan rumah sakit rujukan, Riza memaparkan telah ada 101 Rumah Sakit yang bisa digunakan untuk merujuk pasien covid-19, selain itu DKI juga telah memiliki 92 laboratorium untuk testing covid-19.

"Kami dari Pemprov juga menyiapkan beberapa wisma dan kita ke depan sebagai darurat juga kita sudah menyiapkan GOR GOR Bila memang nanti pada akhirnya ada lonjakan yang signifikan," kata Riza.

Meski terus berusaha meningkatkan layanan, Riza mengakui semua yang disediakan tentu ada batasan. Sehingga apapun yang terjadi semua pihak kata dia mesti berusaha agar pasien atau jumlah positif covid-19 ini tak mencapai batas kemampuan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Solo minta RS Darurat

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo menyarankan kabupaten sekitar Solo ancang-ancang menyiapkan rumah sakit darurat covid-19. Rumah sakit darurat tersebut sebagai penguatan fasilitas kesehatan di daerah Soloraya.

Kepala Dinkes Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan mayoritas ruang isolasi covid-19 di Solo ditempati warga dari daerah sekitar Solo. Ia menyarankan kabupaten sekitar segera mengambil langkah-langkah penguatan layanan covid-19.

"Berapa pun jumlah tempat tidur yang disediakan di Solo, berapapun ICU yang disediakan di solo, tetap perlu penguatan dari Kabupaten sekitar," katanya, Kamis (7/1).

Salah satu penguatan yang dapat ditempuh yaitu dengan membuat rumah sakit darurat covid-19. Kebutuhan rumah sakit darurat, terangnya, dapat dihitung dari jumlah penduduk dan angka kasus di wilayah tertentu. Dari hitung-hitungan tersebut dapat diketahui jumlah kebutuhan tempat tidur untuk pasien covid-19.

"Kalau ada kabupaten yang tempat tidurnya kurang, mungkin perlu disediakan RS darurat di kabupaten tersebut. Intinya tidak boleh masyarakat tidak terlayani," katanya.

Seperti diketahui, Soloraya meliputi Kota Solo dan enam kabupaten yaitu Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Karanganyar, Boyolali, dan Sragen.

Sejak angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah melonjak beberapa bulan lalu, Solo kebanjiran pasien covid-19 dari enam kabupaten tersebut. Menurut Ning, hal itu akan mempengaruhi keberhasilan penanganan pasien covid-19.

"Supaya tidak terjadi keterlambatan penanganan gara-gara harus lari ke Solo. Saya tidak bermaksud membeda-bedakan Solo dengan luar Solo. Tapi saat ini kita harus bersama-sama memikirkan masalah ini," katanya.

(tst/syd/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK