Panglima: Kopaska Segera Menyelam ke Titik Diduga SJ 182

CNN Indonesia | Minggu, 10/01/2021 08:19 WIB
Tim penyelam dari Kopaska dibagi ke dalam empat kelompok untuk mencari Sriwijaya SJ 182 di titik duga jatuhnya di perairan Kepulauan Seribu. Pasukan Kopaska bersiap membantu pencarian korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air di JITC, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (9/1) malam. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan KRI Rigel yang diterjunkan dari semalam untuk mencari Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta telah menangkap sinyal pada koordinat yang sebelumnya telah diperkirakan.

Oleh karena itu, sambung Hadi, para penyelam dari TNI AL pun bersiap untuk menyelam ke titik perairan tersebut.

"Dari hasil pemantauan bahwa diduga kuat dan sesuai dengan koordinat yang diberikan dari kontak terakhir adanya sinyal dari pesawat tersebut, dan segera dituturnkan tim penyelam dari Kopaska [Komando Pasukan Katak]," ujar Hadi di Posko Pencarian, Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1) pagi.


Hadi mengatakan sebelumnya, berdasarkan pendeteksian terakhir radar pada pukul 14.47 WIB, Sabtu (9/1), KRI Rigel berlayar ke sana untuk melakukan pemantauan dan pendeteksian. KRI Rigel, kata Hadi, pun merapat di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 3.00, Minggu (10/1) dini hari WIB.

"Mudah-mudahan apa yang sudah diketahui dari KRI Rigel ini segera ditindaklanjuti. Semuanya akan kita koordinasikan terus di bawah pimpinan Kabasarnas untuk melaksanakan evakuasi korban pesawat SJ 182," kata dia.

Dalam konferensi pers di posko pencarian itu, Hadi Tjahjanto terlihat bersama dengan Menhub Budi Karya Sumadi, Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito, Kepala Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto tjahjono, dan Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet

Kopaska yang diterjunkan untuk menyelam mencari SJ 182 itu dibagi empat tim. Mengutip dari Antara, Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa di KRI Teluk Gilimanuk-531, Minggu, menjelaskan satu tim berada di KRI Teluk Gilimanuk, satu tim di KRI Rigel-933, dan dua tim lainnya berangkat menggunakan dua sea rider.

"Sebagian penyelam pernah ikut membantu evakuasi pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada 2018 lalu," kata Edy.
Dalam misi pencarian ini, Puspen TNI merilis angkatan bersenjata Indonesia tersebut memberikan dukungan pengerahan kapal laut dan pesawat.

Deretan pesawat yang akan diterbangkan untuk pencarian tersebut, mengutip dari rilis Puspen TNI antara lain: 1 Heli Super Puma Nas-332, EC-752 Caracal, Fix Wing Boeing 737 Intai Maritim, dan CN- 295.

Lalu, 1 Heli Dauphin HR 3604 milik Basarnas dan Personel SAR dari Korphaskas.

Selain itu, juga dikerahkan personel Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) Kodam Jaya, 4 KRI TNI AL, Personel Intai Amphibi (Taifib) dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka).


Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Pesawat diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pesawat itu membawa penumpang 46 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, pilot-kopilot, satu safety flight officer , dan tiga awak kabin.

(tim/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK