Pengamat soal Sriwijaya Air Jatuh: Tak Terkait Usia Pesawat

CNN Indonesia | Minggu, 10/01/2021 08:10 WIB
Pengamat Penerbangan Alvin Lie memperkirakan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kehilangan ketinggian secara drastis dan bukan karena usia pesawat. Pengamat Penerbangan Alvin Lie memperkirakan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kehilangan ketinggian secara drastis dan bukan karena usia pesawat. (Sabung.hamster via Wikimedia Commons CC-BY-SA-4.0).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat Penerbangan Alvin Lie menegaskan jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Pulau Seribu, Jakarta, tidak berkaitan dengan usia pesawat jatuh.

"Walaupun pesawat usianya sudah 26 tahun, tapi asal perawatannya baik tidak ada masalah. Kemudian pesawat ini juga pernah dikandangkan oleh Sriwijaya antara 23 Maret sampai tanggal 23 Oktober, tahun lalu. Setelah itu sudah aktif lagi terbang," kata Alvin dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Sabtu (9/1).

Berdasarkan grafik kecepatan dan informasi lainnya, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 kehilangan ketinggian secara drastis.


"Pesawat kehilangan ketinggian secara drastis pada ketinggian 10 ribu kaki, sedangkan kecepatan vertikal atau kecepatan turunnya mendekati 3 0ribu kaki per menit. Jadi kalau ada di ketinggian 10 ribu kaki, pesawat terhempas ke permukaan hanya butuh sepertiga menit atau 20 detik," imbuh Alvin 

Kemungkinan besar, lanjut Alvin, ketika pesawat turun, kehilangan ketinggian sedemikian cepat, pesawat sudah tidak dapat dikendalikan.

Jika ditanya soal kemungkinan penyebab pesawat jatuh, Alvin mengungkapkan kemungkinan cuaca buruk tidak dapat jadi alasan.

"Untuk unsur cuaca, rasa-rasanya nggak segitunya (pesawat sampai kehilangan ketinggian drastis) karena di saat yang sama banyak pesawat melakukan penerbangan di wilayah yang sama," jelasnya.

Kemungkinan lain, pesawat mengalami masalah dengan sistem kendali. Kalau masalah terjadi pada mesin, kondisi jatuhnya pesawat tidak akan seperti yang dialami Sriwijaya Air SJ182.

Alvin menjelaskan jika mesin bermasalah, pesawat masih bisa melayang, begitu pula jika dua mesin mati. Pesawat masih bisa melayang dan dikendalikan untuk mendarat darurat.

Alvin juga sempat mengecek tidak ada may day call atau panggilan darurat. Pilot pun tidak melaporkan kerusakan atau kondisi darurat ke pihak air traffic controller (ATC) atau pengatur lalu lintas penerbangan.

"Kemungkinan ini terjadi sedemikian cepat dan mendadak, sehingga pilot tidak sempat berbuat apa-apa," imbuhnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dipastikan jatuh di Kepulauan Seribu. Pihak Basarnas memperkirakan pesawat jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Sebelumnya pesawat dilaporkan mengalami hilang kontak pada Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB. Pesawat terbang dari bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB dan seharusnya mendarat di Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 15.15 WIB.

(els/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK