Keluarga Kopilot SJ182 Datangi Posko Antemortem RS Polri

CNN Indonesia | Minggu, 10/01/2021 09:11 WIB
Keluarga dari kopilot Sriwijaya SJ182 menyerahkan sejumlah data dan barang antemortem ke posko yang berada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Keluarga korban Sriwijaya Air SJ182 di posko Antemortem RS Polri, Kramat Jati Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021). (CNN Indonesia/Hendra Friana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga dari salah satu orang yang berada dalam manifes Sriwijaya Air SJ 182 Diego Mamahit mendatangi posko Antemortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1) pagi.

Diego merupakan kopilot Sriwijaya SJ182 yang dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Dari pantauan CNNIndonesia.com keluarga Diego tiba di posko Ante Mortem pukul 08.23 WIB.

Crist, kakak dari Diego, mengatakan keluarga membawa beberapa data yang diperlukan untuk membantu proses identifikasi, jika diperlukan. Beberapa di antaranya adalah sampel darah, sidik jari, serta barang yang berkaitan dengan gigi korban.


"Ada tiga. Sampel darah, sama sidik jari, itu kita mau cari dari SKCK, sama dental, gigi. Jadi darah, dental, sama sidik jari. Itu untuk bantuin identifikasi jika diperlukan," ucapnya saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Minggu.

Meski data untuk membantu indentifikasi korban telah diserahkan, ia dan keluarga masih berharap Diego selamat.

Diakui, Crist dirinya tak menyangka adiknya berada dalam manifes penerbangan menuju Pontianak itu. Pasalnya, sang adik sebelumnya sempat mengabarkan bahwa penerbangan Sriwijaya SJ182 bukan menuju Pontianak melainkan Padang, Sumatera Barat.

"Ternyata itu rutenya Jakarta-Pontianak, Jakarta-Padang, Jakarta nanti jadi intinya dia mau ke Pontianak dulu," ucap Crist.

Berdasarkan rilis dari Kementerian Perhubungan, Sriwijaya Air SJ182 mengangkut total 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. Sebanyak 40 orang dari total penumpang merupakan penumpang dewasa, 7 di antaranya anak-anak, dan 3 bayi.

SJ182 lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14:36 WIB, kemudian pada pukul 14.40 WIB hilang kontak setelah diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki.

Operasi pencarian pun segera dilakukan di perairan Kepulauan Seribu sejak kemarin berdasarkan kesaksian warga yang melihat ledakan dan serpihan api jatuh ke laut.

(hrf/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK