16 Orang Tewas di Longsor Sumedang, Pengembang Diklarifikasi

CNN Indonesia
Selasa, 12 Jan 2021 12:44 WIB
Hingga Selasa (12/1) siang, korban longsor Sumedang yang ditemukan meninggal mencapai 16 orang, sementara 23 orang masih dalam pencarian. Kondisi tebing yang longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Senin (11/1). (Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Bandung, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban longsor di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (12/1). Alhasil, korban yang ditemukan meninggal mencapai 16 orang.

"Tim SAR Gabungan temukan korban berjenis kelamin laki laki dalam keadaan meninggal dunia ada pukul 09.55 WIB," ujar Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansyah.

Jenazah korban langsung dibawa ke mobil ambulans dan diboyong ke Puskesmas Sawah Dadap, Kecamatan Cimanggung.


Dengan penambahan satu korban ini, jumlah korban meninggal keseluruhan sebanyak 16 orang dan 23 orang masih dilakukan pencarian.

Diketahui, memasuki hari keempat pencarian, Selasa (12/1), tim evakuasi memperkirakan masih ada 24 orang yang diduga masih tertimbun longsor yang terjadi Sabtu (9/1) tersebut.

"Info terbaru korban dalam pencarian 23 orang karena kemarin ketika di data ulang ada double name," kata dia.

Dalam dua hari ini, tim SAR menemukan tiga korban meninggal. Pada Senin (11/1) pukul 21.05 WIB, tim menemukan korban berjenis kelamin perempuan, dan pada pukul 22.40 WIB Tim SAR kembali menemukan korban berjenis kelamin laki-laki.

Hari ini, tim SAR menemukan korban berjenis kelamin laki-laki pada pukul 09.55 WIB. Seluruh korban yang ditemukan itu dalam keadaan meninggal dunia.

Deden mengatakan data korban masih bisa berkembang dan berubah sewaktu-waktu tergantung laporan dari masyarakat atau keluarga korban.

Terkait dengan pencarian, tim menurunkan 2 unit alat berat, 2 unit alkon, peralatan ekstrikasi, peralatan komunikasi, peralatan medis dan APD Personal. Adapun unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, BPBD, PUPR, TNI/Polri, PMI Sumedang, Dinkes Sumedang, Potensi SAR dan Potensi SAR Jateng.

"Total kekuatan personel unsur SAR yang terdaftar di posko sejumlah 1.108 orang ," kata Deden.

Diketahui, bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (9/1) malam. Longsor di lahan permukiman miring itu terjadi sebanyak dua kali.

Dalam longsor susulan yang terjadi beberapa jam setelah longsor pertama, sejumlah warga serta petugas di lapangan juga turut menjadi korban jiwa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Rinciannya, 125 KK berasal dari Perum SBG Parakan Muncang, 54 KK dari Blok Cabe dan 24 KK lainnya berasal dari sekitar lokasi longsor.

"Data ini terus bergerak, karena saya langsung koordinasi dengan ketua RT dan RW ada 125 KK untuk pengungsi di SBG dan kita akan mobilisasi untuk pindah ke tenda pengungsian yang sedang dibangun sekarang. Kemudian untuk di daerah bawah, blok Cicabe ada 54 KK," papar Suryatman.

Infografis Kenali dan Atasi Cikal Bakal LongsorInfografis Kenali dan Atasi Cikal Bakal Longsor. (CNN Indonesia/Timothy Loen)

Sejumlah pengungsi akan diungsikan ke SD Ciparuat, SD Al Hidayah dan beberapa tempat lainnya. Sementara pengungsi dari SBG akan dialihkan ke gedung serbaguna di kompleks SBG.

Meski begitu, Herman mengatakan warga diberi kebebasan untuk mengungsi ke tempat lain secara mandiri.

"Untuk masyarakat, silakan kami siapkan tempat pengungsian. Apabila menyiapkan tempat pengungsian mandiri juga silakan tapi kami akan tetap data," katanya.

Suryatman menambahkan, Bupati Sumedang telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 21 Tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Status tersebut akan berlaku dari 9 hingga 29 Januari.

"Jadi kurang lebih 21 hari, karena musim hujan. Kita ingin pastikan sampai tuntas, sehingga kita bisa fokus ke penanganan, sesuai pertimbangan BPBD dan BNPB juga," ujar dia.

Pengembang Perumahan Diklarifikasi

Polres Sumedang akan meminta klarifikasi terhadap pengembang perumahan Pondok Daud di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, terkait longsor yang menerjang kawasan tersebut pada Sabtu (9/1).

Pasalnya, perumahan tersebut dibangun di atas lereng yang sangat labil dan gembur.

"Ini sifatnya masih pengumpulan bahan keterangan dan penyelidikan. Jadi bukan pemeriksaan, tapi istilahnya klarifikasi informasi," kata Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Eko Prasetyo Robbyanto kepada wartawan, Senin (11/1).

Eko mengatakan pemanggilan terhadap pihak pengembang dijadwalkan setelah evakuasi para korban bencana longsor rampung.

Menurut dia, pengembang perumahan tersebut akan segera dimintai klarifikasi terkait masalah perizinan, terutama analisis dampak lingkungan (Amdal).

"Untuk sementara, kami fokus evakuasi dulu," ucapnya.

Jika hasil klarifikasi nanti ditemukan tindak pidana, status dari jalur hukum tersebut akan ditingkatkan ke penyidikan.

Infografis Isi Tas 'Survival Kit' untuk Hadapi Bencana AlamInfografis Isi Tas 'Survival Kit' untuk Hadapi Bencana Alam. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

"Dikumpulkan dulu alat-alat buktinya terkait tindak pidana yang telah terjadi. Nanti setelah recovery, kita lakukan proses penyelidikan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan iniden tanah longsor di Sumedang itu menjadi peringatan soal lahan permukiman.

"Ini menjadi peringatan, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama karena tidak semua lahan layak untuk ditinggali dan tidak bisa dipaksakan. Lahan ini sebenarnya memang rawan untuk ditinggali," kata Emil dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1).

Emil meninjau langsung lokasi tanah longsor yang memakan korban jiwa tersebut. Ia pun meminta semua pihak untuk waspada terhadap longsor susulan. Menurut laporan yang diterima, masih terjadi retakan tanah di sekitar lokasi bencana.

(hyg/Antara/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER