Respons Listyo Jadi Calon Kapolri, DPR Undang PPATK-Kompolnas

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 00:26 WIB
Komisi III DPR mengundang PPATK dan Kompolnas untuk meminta masukan. DPR akan mengundang PPATK dan Kompolnas untuk membicarakan Komjen Listyo Sigit Prabowo yang diajukan Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi III DPR RI mengundang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada Kamis (14/1).

Langkah ini diungkapkan Ketua Komisi III DPR Herman Hery merespons pengusulan Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.

"Besok kami akan mengundang PPATK dan Kompolnas. Tujuan RDPU tersebut adalah untuk meminta masukan dari masyarakat," kata Herman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (13/1).


Lebih lanjut, dia menyatakan pihaknya akan mengundang Listyo untuk membuat makalah pada Senin mendatang (18/1). Menurutnya, Listyo juga akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Selasa (19/1).

"Fit and proper test itu akan dimulai jam 10.00 WIB sampai 16.30 WIB," katanya.

Herman berharap pihaknya dapat membuat keputusan menolak atau menerima Listyo sebagai calon Kapolri.

Diketahui, Jokowi mengusulkan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Idham. Usulan nama Kapolri ini tertuang dalam Surpres yang diserahkan Pratikno ke Pimpinan DPR, Rabu (13/1).

"Hari ini surpres telah kami terima dari presiden yg mana presiden menyampaikan usulan pejabat mendatang tunggal yaitu Listyo," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1).

Dengan pengusulan, Listyo artinya mengalahkan empat nama calon lainnya yang diusulkan Kompolnas yaitu Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, serta Kalemdikpol Komjen Arief Sulistyanto.

(mts/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK