DPR Minta Buku Sekolah Berisi Pandangan Harun Yahya Direvisi

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 22:16 WIB
Sebelumnya, Harun Yahya divonis 1.000 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan kejahatan seksual di Turki. Ilustrasi siswa belajar menggunakan buku digital (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi X DPR RI Zainudin Maliki meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merevisi buku sekolah digital (BSD) atau buku sekolah elektronik (BSE) untuk mata pelajaran biologi Kelas XII yang memuat pandangan penceramah muslim Adnan Oktar alias Harun Yahya.

Harun Yahya sendiri divonis bersalah oleh pengadilan Turki karena melakukan kejahatan seksual. Dia dihukum 1.000 tahun penjara.

"Ita [direvisi], hapus saja," kata Zainudin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/1).


Dia mengatakan pemangku kepentingan harus melakukan pengawasan yang lebih baik terkait buku pelajaran yang beredar di tengah masyarakat di hari mendatang.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak ingin insiden serupa terulang lagi.

"Supaya itu, pusat perbukuan itu supaya melakukan pengawasan yang baik, kalau perlu asosiasi khusus mengawasi melibatkan tokoh pendidikan tokoh masyarakat [agar] tidak kecolongan," kata Zainudin.

Sebelumnya, akun Twitter @Sam_Ardi mengunggah empat foto yang menampilkan BSE mata pelajaran biologi untuk kelas XII memuat pandangan Harun.

"Tak kira guyonan Harun Yahya masuk BSE Diknas, ternyata beneran ada," cuit @Sam_Ardi, Senin (11/1).

Harun diketahui telah dijatuhi hukuman penjara selama 1.075 tahun oleh hakim pengadilan Turki pada Senin (11/1) karena terbukti melakukan kejahatan seksual.

Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.

Amar putusan hakim menyatakan menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.

Jauh sebelum itu, sejak membentuk kelompok pengikut pada akhir 1970-an, Oktar telah menghadapi sejumlah pengadilan atas lebih dari 30 tuduhan.

(mts/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK