KNKT Butuh Dua Jam Unduh Data Black Box FDR Sriwijaya Air

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 04:02 WIB
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pengunduhan data black box bisa cepat dilakukan jika tak ada kendala. KNKT butuh waktu dua jam untuk mengunduh data dalam black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Sub Komite IK Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo mengatakan proses pengunduhan data dari black box Flight Data Record (FDR) milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 membutuhkan waktu kurang lebih dua jam.

"Proses pengunduhan data memakan waktu dua jam apabila berjalan lancar tanpa kendala," kata Nurcahy, Rabu (13/1).

FDR sendiri merupakan bagian dari kotak hitam atau black box. FDR memuat data-data penerbangan pesawat tersebut.


Selain FDR, black box juga terdapat cockpit voice recorder (CVR). Bagian ini masih dalam pencarian tim penyelam di Kepulauan Seribu lantaran terpisah dari FDR saat ditemukan.

Meski hanya perlu waktu kurang lebih dua jam, ada beberapa hal yang mesti dilakukan sebelum data diproses diunduh. Salah satunya, kata Nurcahyo, yakni membersihkan dan memeriksa bagian luar FDR itu.

"Proses diawali dengan mengambil atau mengeluarkan memori unit tersebut dan kemudian dibersihkan dari kotoran, utamanya dari garam," kata dia.

Pembersihan ini dilakukan lantaran perangkat tersebut telah terendam di laut selama beberapa hari. Pembersihan sendiri menggunakan air suling dan kemudian dilanjutkan menggunakan alkohol.

"Setelah dibersihkan kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan yaitu menggunakan oven khusus selama 8 jam," kata dia.

"Dan selanjutnya setelah kering akan dilanjutkan dengan pengunduhan data yaitu menghubungkan dengan FDR yang masih bagus untuk diunduh datanya. Ini sama dengan kita mengunduh data dari suatu memory card atau dari suatu CD atau menggunakan player yang masih bagus," jelasnya.

(tst/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK