Ratusan Rumah di Cirebon Terendam Banjir

CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 18:53 WIB
BPBD Kabupaten Cirebon mendata ratusan rumah di lima kecamatan terendam banjir akibat derasnya curah hujan yang membuat sungai meluap sejak Minggu malam. Ilustrasi banjir. (Istockphoto/FeelPic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat ratusan rumah di wilayah itu yang terendam banjir akibat hujan lebat dan meluapnya aliran sungai.

"Sementara yang terdata ada ratusan rumah di beberapa kecamatan yang terendam banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan di Cirebon, Senin (18/1) seperti dikutip dari Antara.

Alex mengatakan banjir yang menggenangi ratusan rumah warga itu tersebar di Kecamatan Plered, Klangenan, Arjawinangun, Kapetaka, dan Suranenggala. Rata-rata air bah menggenang dengan kedalaman air 50-100 centimeter.


Menurutnya banjir yang terjadi ini dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dengan waktu cukup lama pada Minggu (17/1) sore hingga malam.

"Sehingga ada beberapa sungai yang meluap dan merendam permukiman warga," ujarnya.

Sampai saat ini lanjut Alex, pihaknya terus mendata berapa jumlah rumah yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan.

Sementara Camat Arjawinangun Sutismo mengatakan banjir sempat merendam Kantor Kecamatan Arjawinangun beberapa jam, namun saat ini dipastikan sudah mulai surat.

"Kalau di kecamatan ini setiap tahun pasti terkena banjir, karena posisinya rendah," katanya.

Akibat banjir yang terjadi, jalur penghubung antara Kecamatan Arjawinangun dan Panguragan, Kabupaten Cirebon Jawa Barat pun lumpuh. Warga yang memaksa membawa kendaraan melewati air pun harus terima nasib mati mesin.

Salah satunya yang dialami warga Bandung, Sandi, yang harus berdiam menunggu di sana sejak Senin dini hari karena mesin mobilnya mati saat menerjang banjir.

"Saya tidak tahu kalau banjir yang menggenangi jalan cukup dalam dan ketika memaksa lewat ternyata mesin mobil mati," kata Sandi.

Hal yang sama juga dialami para pengendara motor yang memaksa melawati jalan tersebut, di mana mereka mengalami mati mesin.

Kapolsek Arjawinangun Polresta Cirebon Kompol R Nana Ruhiana mengatakan jalur Arjawinangun ke Panguragan memang sempat tidak bisa dilalui khususnya kendaraan kecil.

"Kalau kendaraan besar bisa melalui jalan, tapi yang kecil kami imbau untuk memutar balik sebab jalur tergenang air," katanya.

(Antara/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK