Kerabat Pastikan Tak Terima Info Harun Masiku Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 19:46 WIB
Sebagai kerabat dekat Harun, Daniel Tonapa Masiku mengimbau Harun secara pribadi segera menyerahkan diri. Buron kasus suap PAW DPR, Harun Masiku. (Diolah dari KPU RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerabat Harun Masiku, Daniel Tonapa Masiku mengatakan tidak ada informasi dari pihak keluarga yang menyebut bahwa buron kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024 itu telah meninggal dunia.

"Tidak ada, tidak ada. Tidak ada informasi sama sekali," kata Daniel usai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/1).

Daniel mengaku terkejut saat mendengar kabar bahwa Harun telah meninggal dunia.


"Wah saya justru kaget. Tentu kita berdoa semoga berita itu tidak benar," ucap dia.

Lebih lanjut, pada kesempatan itu, ia mengimbau kepada Harun untuk segera menyerahkan diri.

"Dari saya pribadi karena masih ada saudara kandungnya, saya imbau secara pribadi segera menyerahkan diri. Supaya segera ada kepastian bagi dia dan keluarga," kata Daniel.

Harun diketahui menjadi buronan KPK sejak Januari 2020 lalu. Setahun buron, pada awal Januari lalu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman melontarkan pernyataan bahwa Harun telah meninggal dunia.

Keyakinan itu berdasarkan informasi dari jaringan Boyamin yang merupakan mantan intelijen negara.

"Jaringan saya mengatakan bahwa itu (Harun Masiku) sudah meninggal, tanda kutipnya tidak tahu seperti apa. Jaringan terbaik saya, saya jujur misalnya dulu ada beberapa pensiunan di lembaga intelijen, jaringan saya. Beberapa itu mengatakan ke saya itu (Harun Masiku) sudah meninggal," ucapnya dalam wawancara dengan Karni Ilyas yang ditayangkan melalui kanal Youtube Karni Ilyas Club.

Boyamin juga meyakini jika Harun Masiku meninggal karena dibunuh. Pasalnya, DPO KPK tersebut tidak memiliki riwayat sakit. Namun, pernyataan yang disampaikannya itu hanya berdasarkan keyakinan Boyamin pribadi.

"Kalau pengertian itu kan pilihannya persentasenya, supaya saya juga aman ini ngomong gini, persentasenya lebih banyak yang kedua (meninggal karena dibunuh). Karena umurnya saya tahu di bawah saya sedikit dan dari track record teman-temannya saya tahu tidak pernah sakit. Tidak punya sakit yang komorbid, jadi rasanya kalau keadaan normal belum meninggal," imbuhnya.

Merespons pernyataan itu, Plt Jubir Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan komisi antirasuah tidak menerima informasi valid tentang meninggalnya mantan politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu.

"Sejauh ini tidak ada informasi valid yang KPK terima terkait meninggalnya buronan tersebut," ujarnya kepada media melalui pesan WhatsApp, (Senin 11/1) malam.

(yoa/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK