Warga Sulbar Cari KK di Reruntuhan Demi Bantuan Gempa

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 13:35 WIB
Sejumlah warga Sulawesi Barat korban gempa bumi dilaporkan mencari kartu keluarga (KK) mereka di puing gempa demi mendapat bantuan. Pengungsi korban gempa antre untuk mendapatkan bantuan logistik dari TNI AD di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga terdampak gempa di Sulawesi Barat harus mencari Kartu Keluarga (KK) di reruntuhan rumah. Disebutkan KK atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan pasca gempa.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulbar, Adnan Nota. PWNU Sulbar ikut menyalurkan bantuan kepada korban gempa Sulbar.

Adnan berkata dirinya mendapati laporan bahwa ada beberapa orang yang mencari KK di reruntuhan rumah untuk mendapatkan bantuan.


"Ada laporan masuk, warga cari KK di reruntuhan rumah untuk dapat bantuan dari pemerintah," kata Adnan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/1).

Adnan mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan di 19 titik di wilayah Majene dan Mamuju yang tidak terjangkau oleh pemerintah. Pihaknya juga tidak meminta bukti KTP atau KK kepada warga untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Adapun bantuan yang diberikan berupa kebutuhan makanan pokok seperti beras, mie instan, minyak, dan air bersih.

"Kami sebarkan bantuan di 19 titik yang tidak terjamah oleh pemerintah, bantuan isinya sembako," tuturnya.

Sementara itu, seorang warga Majene, Irlan Suhendra mengatakan tidak mengetahui kabar soal pihak-pihak yang mencari KK di reruntuhan rumah.

Namun ia mengakui bahwa memang dibutuhkan tanda pengenal untuk mengakses bantuan dari pemerintah.

"Kalau soal yang mencari KK di reruntuhan saya gak tahu, tapi memang butuh KTP atau KK buat dapat bantuan," tutur Irlan.

Saat ini, Irlan bersama warga terdampak gempa lainnya di Majene, masih menempati tenda pengungsian karena belum diperbolehkan kembali ke rumah.

Menurut Irlan, hal itu dikarenakan masih ada potensi gempa susulan yang bisa membahayakan nyawa jika menempati reruntuhan rumah.

"Kami di sini katanya sampai tanggal 28 Januari 2021, baru bisa balik ke rumah, soalnya masih ada gempa susulan," kata Irlan.

Basarnas Makassar mengumumkan korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Barat tersebut berjumlah 88 orang. Angka tersebut merupakan data pada Selasa (19/1) pukul 09:30 WITA.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK