Lanjutkan Promoter ala Tito, Listyo Usung 'Presisi' di Polri

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 13:52 WIB
Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengagas konsep Presisi yang merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparasi berkeadilan. Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengagas konsep Presisi yang merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparasi berkeadilan. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa dirinya akan mengusung konsep 'Transformasi Polri yang Presisi' bila kelak menjadi Kapolri.

Presisi dalam konsep tersebut merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparasi berkeadilan. Menurutnya, konsep ini merupakan kelanjutan dari konsep Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) yang telah diusung sejak era kepimpinan Tito Karnavian sebagai Kapolri.

"Konsep ini merupakan fase lebih lanjut dari Polri Promoter yang telah digunakan pada periode sebelumnya, dengan pendekatan pemolisian berorientasi masalah," ucap Listyo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (20/1).


Dia menerangkan, prediktif dalam konsep Presisi menekankan pada pentingnya kemampuan pendekatan yang mampu menakar tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lewat analisa berdasarkan pengetahuan, data, dan metode yang tepat.

Listyo menilai hal ini ini diperlukan agar Polri bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.

"Kata responsibilitas dan transparansi berkeadilan menyertai pendekatan pemolisian prediktif yang ditekankan agar setiap insan Bhayangkara mampu melaksanakan tugas Polri secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, dan berkeadilan," ujar Listyo.

Listyo melanjutkan, responsibilitas Polri ke depan harus dimaknai sebagai rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas. Semuanya ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat dalam menciptakan keamanan.

Sementara itu, lanjutnya, transparansi berkeadilan di Polri mendatang merupakan realisasi dari prinsip, cara berpikir, dan sistem yang terbuka, akuntabel, humanis, dan siap untuk diawasi.

Menurutnya, transparansi berkeadilan ini penting sehingga pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dapat menjamin rasa keamanan dan rasa keadilan masyarakat.

(mts/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK