Moeldoko Ungkap Alasan Jokowi Pilih Listyo Sigit Jadi Kapolri

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 07:54 WIB
Moeldoko membantah kabar Presiden Jokowi memilih Komjen Listyo Sigit karena pernah menjadi Kapolres Solo. Kepala Staf Presiden, Moeldoko membantah Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen LIstyo Sigit sebagai calon Kapolri lantaran pernah menjadi Kapolres Solo (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko membeberkan alasan Presiden Joko Widodo memilih Komjen Listyo Sigit Prabowo jadi calon kapolri.

Menurut Moeldoko, Jokowi punya kriteria-kriteria khusus dalam menentukan nama calon Kapolri. Moeldoko menyebut Listyo telah memenuhi seluruh kriteria tersebut.

"Ya kriteria lah, kan semua ada kriteria. Kapasitas, kapabilitas, loyalitas, integritas itu bagian dari semua itulah," kata Moeldoko dalam rekaman suara yang diterima, Rabu (20/1).


Moeldoko juga menjawab isu lompat angkatan. Ia mengakui Listyo bukan berasal dari angkatan paling senior di Polri saat ini.

Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi tidak menyepelekan aspek senioritas dalam memilih calon kapolri. Namun, Jokowi juga punya pertimbangan matang dalam menentukan pucuk pimpinan kepolisian.

"Jadi penilaian itu bersifat holistik. Holistik memperhatikan berbagai hal, baik dari sisi persyaratan-persyaratan yang tadi, dari sisi psikologinya, dari sisi yang lain-lain," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu juga membantah isu Listyo jadi calon kapolri karena pernah jadi ajudan Jokowi. Moeldoko memastikan Listyo dipilih karena memiliki kualitas dan rekam jejak prestasi yang baik di Polri.

"Jadi bukan karena macam-macam. Jangan diartikan macam-macam," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal kapolri. Listyo telah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI hari ini.

Seluruh fraksi di Komisi III DPR RI menyetujui Listyo sebagai kapolri baru. Rapat itu juga menyepakati pemberhentian Jenderal Idham Azis dari Kapolri karena masa baktinya telah berakhir.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/12/2020). Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha transparan dan akan melibatkan pihak-pihak eksternal dalam mengusut kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sudah disetujui Komisi III DPR untuk menjadi Kapolri baru (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Formalitas

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menjawab anggapan bahwa uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Listyo Sigit Prabowo cuma formalitas.

Ia mengakui bahwa gelaran uji kelayakan dan kepatutan memang formalitas. Menurutnya, berdasarkan pandangan sembilan fraksi di Komisi III DPR pun tidak ada yang mempermasalahkan pengusulan Listyo sebagai calon Kapolri.

"Kalau ini formalitas, memang formalitas. Kalau dari pandangan semua fraksi, tidak ada yang mempermasalahkan," kata Desmond dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (20/1).

Desmond pun menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari makalah berjudul Transformasi Menuju Polri yang Presisi yang dipaparkan Listyodalam uji kelayakan dan kepatutan pada hari ini.

Dia menyebut makalah berisi program kerja Listyo itu merupakan jawaban atas masalah-masalah di yang terjadi di tubuh Polri hari ini.

"Tinggal Kapolri yang ditetapkan nanti jadi Kapolri bisa melaksanakan dengan maksimal. Jadi fraksi-fraksi sepakat menyetujui dengan catatan-catatan Presisi ini dapat dijalankan dengan sesuai apa yang dipresentasikan," kata Desmond.

(dhf/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK