Novel dan Febri Kritik Isu Taliban KPK di Tengah Kasus Bansos

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 07:05 WIB
Serangan isu Taliban di tubuh KPK kembali mencuat di tengah penanganan kasus bansos corona. Isu lama yang pernah muncul saat ramai penolakan RUU KPK. Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengkritisi serangan isu Taliban di tubuh KPK yang kembali mencuat di tengah penanganan kasus bansos corona. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan mantan juru bicara lembaga tersebut, Febri Diansyah, mengkritisi serangan isu dugaan 'Taliban' yang digencarkan untuk menggembosi kinerja lembaga antirasuah tersebut.

Novel mencuitkan kritik terhadap isu taliban di tubuh KPK pada Minggu (24/1). Ia berkomentar saat merespons kicauan @paikodirajo yang menyebutkan ada misi sedang dijalankan merujuk pada momentum saat revisi UU KPK berhasil gol pada 2019 silam.

"Isu radikal-taliban, lagu lama," demikian kicauan Novel di akun Twitternya, @nazaqitsha.


Sementara Febri menduga serangan isu Taliban dilancarkan ketika KPK tengah mengusut kasus korupsi besar yang melibatkan sejumlah menteri pemerintahan Joko Widodo.

"Kayaknya isu Taliban dengan video tahun 2019 sebelum demo mahasiswa dimunculin lagi. Berbarengan dengan mulai menghangatnya penanganan kasus korupsi Bansos Covid-19," kicau Febri lewat akun Twitter @febridiansyah, Sabtu (23/1).

"Masih laku 'jualan' isu Taliban di KPK?" sambungnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Febri Diansyah mengangkat kartu identitas pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menyampaikan pengunduran dirinya sebagai pegawai dari lembaga anti korupsi tersebut di gedung KPK, Kamis (24/9/2020). Mantan Juru Bicara KPK tersebut mengundurkan diri sebagai Kepala Biro Humas sekaligus Pegawai KPK karena merasa kondisi politik dan hukum  telah berubah tidak sesuai dengan semangat independensi sebagai lembaga pemberantas korupsi seperti awal dirinya menjadi bagian KPK. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.Kepala Biro Hubungan Masyarakat Febri Diansyah mengangkat kartu identitas pegawai KPK usai menyampaikan pengunduran diri sebagai pegawai lembaga antikorupsi tersebut di gedung KPK, Kamis (24/9/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Lebih lanjut, Febri yang kini melanjutkan karier sebagai advokat itu menyinggung akun twitter Novel, @nazaqitsha, bahwa mereka akan diserang menggunakan isu 'Taliban' di KPK.

"Dan mungkin dikaitkan dengan penyidik-penyidik yang sedang menangani kasus-kasus korupsi besar. Misal: kasus korupsi benur ataupun korupsi Bansos Covid-19 yg sdg dtangani KPK," sambung Febri dalam utas di akun Twitter-nya pada hari yang sama.

Febri lantas mengajak semua pihak berdoa dan menjaga KPK yang sedang berjuang menangani kasus-kasus besar saat ini. Ia pun berharap kasus korupsi benur di KKP dan suap Bansos Covid-19 di Kemensos bisa terungkap seterang-terangnya.

"Pimpinan KPK mestinya juga bisa buktikan keseriusan mereka," kata dia.

Isu 'Taliban' di tubuh KPK sempat ramai dua tahun lalu. Kala itu isu 'Taliban KPK' dihembuskan di tengah demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU KPK.

Dan, beberapa waktu terakhir, muncul lagi sebuah video terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU KPK diunggah ulang. Itulah yang kemudian direspons Febri lewat kicauannya.

(kid/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK