Kolaps Rumah Sakit di Tengah 1 Juta Kasus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 16:46 WIB
Kondisi RS di sejumlah wilayah kolaps di tengah 1 juta kasus covid. Kapasitas RS membludak membuat pasien covid-19 tak tertangani. Kapasitas rumah sakit membludak di tengah 1 juta kasus covid-19 di Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia menembus 1 juta kasus covid-19 sejak kasus pertama muncul pada Maret 2020 per 26 Januari 2021. 

Ketika akumulasi kasus masih di kisaran angka 1.000 orang, Presiden Joko Widodo meresmikan fasilitas Wisma Atlet, Jakarta sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19, tepatnya pada 23 Maret 2020.

Sebanyak 100 rumah sakit rujukan disiapkan di penjuru daerah untuk menangani Covid-19. Bangunan rumah sakit kuno di Pulau Galang, Batam resmi beroperasi sebagai RS Darurat Covid-19 pada April 2020.


Namun fasilitas tersebut tak cukup menampung kasus aktif covid-19 yang mencapai 161.636 orang dalam perawatan atau sedang isolasi mandiri.

Kini situs covid19.go.id mencantumkan 140 rumah sakit yang masuk dalam daftar rumah sakit rujukan covid-19 di berbagai penjuru provinsi. Hingga Oktober 2020, Kementerian Kesehatan mencatat ada 903 rumah sakit rujukan di Indonesia.

Dengan fasilitas dan sumber daya yang dikerahkan, nyatanya laju kasus nyaris mengalahkan kemampuan rumah sakit menampung lonjakan pasien covid-19.

Rumah Sakit Online Kementerian Kesehatan mencatat 11 provinsi memiliki kapasitas keterisian tempat tidur yang melampaui batas aman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen per Minggu (24/1), pukul 16.40 WIB.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan keterisian tempat tidur tertinggi mencapai 85,76 persen. Disusul D.I.Yogyakarta dengan 83,04 persen, Banten dengan 77,3 persen, dan Jawa Barat dengan 75,08 persen.

Lalu Sulawesi Tengah dengan 71,79 persen, Jawa Timur dengan 70,02 persen, Sulawesi Barat dengan 68,99 persen, Kalimantan Timur dengan 68,92 persen, Lampung dengan 68,05 persen, Jawa Tengah dengan 66,67 persen dan Bali dengan 60,32 persen.

Pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Pulau Jawa-Bali untuk menekan penyebaran Covid-19. PSBB berlaku mulai 11-25 Januari 2021.Pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Pulau Jawa-Bali untuk menekan penyebaran Covid-19. PSBB berlaku mulai 11-25 Januari 2021. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Kondisi minimnya kapasitas rumah sakit diduga menelan korban di Depok, Jawa Barat. Lapor Covid-19 dan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) mengungkap seorang pasien covid-19 meninggal di dalam taksi setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan covid-19.

Relawan Lapor Covid-19 Tri Maharani mengatakan pihaknya telah menerima 23 laporan kasus pasien yang ditolak rumah sakit karena penuh, maupun pasien yang akhirnya meninggal di perjalanan atau di rumah sepanjang Desember 2020 hingga awal Januari 2021.

"Tanda-tanda kolaps layanan kesehatan sebenarnya sudah terindikasi sejak September 2020, yang kemudian mereda pada periode pemberlakuan PSBB di Jakarta. Jelang pertengahan November 2020, Pilkada serentak dan libur Nataru memperburuk ketidakmampuan RS menampung pasien," kata dia, Senin (18/1).

Kendala kemampuan rumah sakit ini disadari oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengatakan penuhnya kapasitas rumah sakit bukan hanya karena pasien covid-19, namun juga pasien umum yang masih ditangani.

Menurutnya, rumah sakit hanya menyediakan 30 persen dari kapasitas untuk pasien covid-19. Kapasitas itu tidak menutupi jumlah pasien yang ada saat ini.

Budi mencatat, imbas libur Natal dan Tahun Baru, jumlah kasus aktif meningkat hingga 30-40 persen. Untuk itu ia menyarankan rumah sakit meningkatkan persentase kapasitas untuk pasien Covid-19.

"Tolong bapak ibu, kalau misalnya bapak ibu tidak demam dan tidak sesak napas, itu masih bisa dilakukan isolasi mandiri. Kalau bapak ibu punya rumah sendiri, punya kamar sendiri, lakukan di rumah," tuturnya dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan pada pertengahan Januari lalu.

(fey/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK