Jabar Ajukan Mobil Vaksinasi Keliling untuk Jangkau Pelosok

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 04:31 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut pihaknya tengah mengajukan layanan mobil keliling demi memudahkan vaksinasi di pelosok pedesaan. Ilustrasi vaksin Covid-19. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan pihaknya tengah mengajukan ke Kementerian Kesehatan layanan mobil keliling untuk memberikan pelayanan penyuntikan vaksin Covid-19 ke berbagai pelosok di Jabar.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan tujuan mobil keliling vaksinasi Covid-19 adalah untuk menjangkau masyarakat di pedesaan, karena layanan Puskesmas di Jabar belum memadai untuk menyelenggarakan vaksinasi.

"Kami akan mengajukan sebuah situasi ke Kemenkes karena di Jawa Barat, pelosok-pelosoknya itu masih banyak [belum terjangkau]," kata Emil dalam jumpa pers di Gedung Sate, Senin (25/1).


"Puskesmasnya belum memadai, jumlah desanya ada 5 ribuan, jumlah Puskesmas ada 1.000. Jadi 5 desa 'mengeroyok' satu Puskesmas. Tentu tidak akan maksimal," lanjutnya.

Bila diizinkan Kemenkes, Ridwan Kamil menyebut pihaknya akan berinovasi menyiapkan mobil keliling yang akan singgah ke rumah masyarakat.

Ia berharap, program mobil vaksinasi keliling tersebut dapat mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19 di Jabar yang berpenduduk hampir 50 jiwa.

"Tentunya mobil itu dilengkapi vaksinator dan dokter dan prosedurnya tetap sama," katanya.

Belum Memuaskan

Di sisi lain, Emil mengungkapkan perkembangan penyuntikan vaksin Covid-19 tahap pertama yang dilaksanakan serentak di tujuh kota/kabupaten di Jabar sejak 14 Januari lalu.

"Saya laporkan vaksinasi tahap 1 belum memuaskan, baru 25 persen dari target seharusnya. Jadi nakes yang seharusnya 100 persen disuntik, ternyata dengan berbagai dinamika itu hanya 25 persen," katanya.

Mantan Wali Kota Bandung itu menyatakan persentase penerima vaksin dari kalangan tenaga kesehatan masih minim karena berbagai hal. Salah satunya ada yang tidak hadir dan gagal memenuhi persyaratan seperti tekanan darah tidak normal.

"Ini sedang kami evaluasi karena ada yang tidak datang, ada yang datang tetapi tidak layak disuntik. Pas datang mayoritas tekanan darahnya tinggi yang sempat dibahas oleh Pak Menkes juga," ujarnya.

Sementara itu, pada tahap kedua nanti 27 kota/kabupaten di Jabar dipastikan akan menggelar vaksinasi.

"Seluruh kota/kabupaten per hari ini sudah menerima alokasi vaksin yang sebelumnya 7 daerah sekarang 27 daerah," ucap Emil.

(hyg/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK