Kemenkes Masih Kaji Skema Vaksin Covid Mandiri Berbayar

CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2021 19:58 WIB
Kemenkes mengaku masih menampung masukan dari berbagai masukan terkait rencana program vaksinasi mandiri. Ilustrasi vaksin virus corona (CNN Indonesia/Bisma Septalismaaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan masih mengkaji skema pemberian vaksin virus corona (Covid-19) berbayar atau vaksin mandiri di Indonesia.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini masih menerima masukan dari berbagai pihak terkait hal tersebut.

"Kita masih mengkaji dan memfinalkan terkait rencana ini, jadi bersabar dulu," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Sabtu (23/1).


Opsi pemberian vaksin mandiri belum sepenuhnya matang. Masih dalam tahap pembahasan di pihak Kemenkes. Oleh karena itu, dia belum bicara banyak mengenai vaksinasi mandiri.

"Kita juga masih mendengarkan masukan-masukan, mekanisme seperti apa, sudah ada beberapa alternatif opsi memang, tapi tentunya masih akan dalam pembahasan yang lebih matang," jelas Nadia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada opsi penyediaan vaksinasi Covid-19 secara mandiri tanpa dibiayai oleh anggaran negara.

Jika skema vaksinasi mandiri benar-benar diadakan, maka pemerintah akan menyerahkan pengadaannya pada swasta.

"Kalau seperti ini, sebaiknya pengadaannya di luar pemerintah saja. Pengadaannya bisa dilakukan oleh swasta dan mereka bisa pengadaan sendiri, yang penting, yang penting, vaksinnya harus ada di WHO, harus di-approve oleh BPOM, dan datanya harus satu dengan kita," kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada pekan lalu.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia masih fokus melaksanakan program vaksinasi gratis. Semua biaya ditanggung oleh negara.

(mln/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK