Demo di Kedubes Myanmar, Massa JRMK Kecam Kudeta Militer

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 14:39 WIB
Massa Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta mengecam kudeta militer. Pengunjuk rasa melakukan aksi damai mengecam kudeta militer Myanmar di depan Kedutaan besar Myanmar. (CNN Indonesia/ Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belasan orang yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Urban Poor Consortium melakukan aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Jumat (5/2). Dalam aksinya mereka mengecam kudeta militer di Myanmar dan menyerukan rekonstruksi demokrasi.

Pantauan CNNIndonesia.com, aksi solidaritas dimulai dengan memukul kaleng, membaca pernyataan sikap dan diakhiri dengan melepas burung dara sebagai simbol kebebasan Myanmar dari kudeta militer.

Koordinator JRMK Enny Rochayati mengatakan selain di Jakarta, aksi solidaritas serupa juga dilakukan di beberapa negara Asia.


"Kami dari JRMK dan Urban Poor Consortium, kami adalah bagian dari LOCOA (Leaders and Organizers of Community Organizations in Asia). Selain di Indonesia, hari ini gerakan serempak di beberapa negara antara lain Filipina, Korea, Kamboja, Myanmar dan Thailand," kata Enny di depan Kedutaan Myanmar, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, mereka juga menuntut pembebasan orang-orang yang ditangkap di Myanmar, menghentikan kudeta militer dan mengembalikan semua kekuasaan publik kepada pemerintahan sipil, menjamin hak sipil dan hak asasi manusia, serta meminta Militer Myanmar mengakui hasil pemilu November 2020.

"Angkatan bersenjata tidak pernah bisa melindungi perdamaian dan hak asasi manusia. Militer harus didedikasikan semata-mata untuk kepentingan rakyat dan untuk menjaga perdamaian negara," ucap Enny.

Junta militer diketahui berkuasa di Myanmar setelah angkatan bersenjata Tatmadaw menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dalam kudeta yang berlangsung pada Senin (1/2).

Selain Suu Kyi, Tatmadaw juga menahan sejumlah pejabat pemerintahan sipil lain seperti Presiden Myanmar Win Myint dan sejumlah tokoh senior partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokras (NLD), pada Senin dini hari.

Kudeta berlangsung setelah militer menolak hasil pemilu yang dianggap curang. Militer Myanmar mengatakan kudeta terjadi karena "kegagalan proses pemilihan umum yang bebas dan adil."

(yoa/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK