Anak Buah Luhut Luruskan soal 2 Juta Kasus Covid Tak Tercatat

CNN Indonesia | Sabtu, 06/02/2021 13:11 WIB
Jubir Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, menyebut 2 juta kasus Covid-19 yang belum tercatat itu maksudnya adalah kasus negatif. Menko Maritim Luhut Pandjaitan sempat menyebut 2 juta data Covid belum di-entry. (Foto: Arsip Kemenkomarves)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, meluruskan pernyataan yang menyebutkan hampir dua juta data kasus Covid-19 yang belum dicatat.

Menurutnya, dua juta data tersebut bukan data kasus positif Covid-19 yang ditutupi, melainkan kasus negatif yang belum terlaporkan.

Menurutnya, data-data itu belum tercatat karena banyak laboratorium yang cenderung lebih dahulu melaporkan kasus positif agar segera mendapat penanganan selama ini.


"Sebenarnya bukan 2 juta kasus positif yang belum masuk, tetapi ada banyak hasil tes negatif yang tertunda untuk dilaporkan oleh laboratorium. Karena jumlah tes yang besar dan tenaga entry terbatas, laboratorium cenderung lebih dahulu melaporkan hasil positif agar bisa segera ditindaklanjuti," kata Jodi dalam keterangannya, Sabtu (6/2).

Dalam diskusi virtual dengan para Epidemiolog, Kamis (4/2), Luhut menyebut "hampir dua juta data atau mungkin lebih belum di-entry" dalam data nasional penanganan pandemi.

Jodi menerangkan beberapa pihak telah salah menangkap maksud pernyataan Luhut. Menurutnya hal yang dimaksud Luhut lewat pernyataan itu ialah dua juta data tersebut akan membuat angka positivity rate mengalami penurunan ketika sudah tercatat.

"Jadi ketika data tersebut nanti sudah terintegrasi dan dimasukkan, angka positivity rate juga akan turun karena memang banyak data kasus negatif yang tertunda untuk dilaporkan sebelumnya," ujar Jodi.

Meski begitu, dia mengakui, integrasi data masih menjadi masalah dalam penanganan Covid-19. Menurutnya, Luhut terus mendorong perwujudan big data kesehatan yang menampung dan mengintegrasikan berbagai sumber data kesehatan, seperti rekam medis elektronik, BPJS Kesehatan, hingga vaksin dalam penanganan Covid-19.

"Memang ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Tapi Menko Luhut melihat pandemi ini sebagai momentum yang tepat bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem database kita, bukan hanya di bidang kesehatan, tapi lainnya juga supaya kita bisa punya sistem manajemen data yang baik," tutur Jodi.

Untuk diketahui, jumlah total kasus positif Covid di Indonesia menjadi 1.134.854 orang pada Jumat (5/2) setelah ada penambahan kasus harian sebanyak 11.749 orang.

"Bertambah 11.749, total 1.134.854," demikian dikutip dari laman covid19.go.id, Jumat (5/2) sore.

Dari jumlah total kasus tersebut, 926.980 orang di antaranya dinyatakan sembuh usai ada penambahan kasus sembuh harian sebanyak 9.674 orang. Selain itu, ada 31.202 pasien yang dinyatakan meninggal dunia atau bertambah 201 orang dari hari sebelumnya.

Angka positivity rate atau rasio kasus positif Covid-19 harian di Indonesia kembali pecah rekor pada Minggu (31/1). Positivity rate Covid-19 di Indonesia menembus angka 36,1 persen. Jumlah ini melewati rekor sebelumnya yakni 33,24 persen pada Minggu (24/1).

Positivity rate adalah persentase jumlah kasus positif Covid-19 per hari. Positivity rate dihitung dari penambahan kasus positif Covid-19 setiap hari dibagi jumlah orang yang diperiksa pada hari tersebut, kemudian dikali 100 persen.

(mts/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK