Ganjar Ungkap Penyebab Banjir Semarang: Problem Administrasi

CNN Indonesia | Minggu, 07/02/2021 16:17 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan mestinya masalah administratif harus cepat ditangani mengingat saat ini tergolong kondisi darurat penanganan banjir. Warga mengangkut sepeda motor dengan mengarungi jalan yang terendam banjir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021). (Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pompa penyedot banjir di Semarang ditemukan tak berfungsi optimal lantaran permasalahan administratif. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengingatkan problem semacam ini mestinya harus segera diselesaikan mengingat kondisi darurat penanganan banjir.

Problem itu terungkap di tengah inspeksi mendadak Gubernur Ganjar ke Rumah Pompa Mberok di Kota Semarang. Ganjar mendapati penyedotan air banjir tidak optimal lantaran petugas hanya mengoperasikan satu dari tiga pompa yang terpasang di rumah pompa kawasan Kota Lama tersebut.

Ganjar pun langsung menanyakan ke petugas alasan dua pompa lainnya tidak difungsikan.


"Itu belum dinyalakan karena masalah administratif Pak. Pekerjaannya belum diserahkan," jawab petugas di Rumah Pompa Mberok, seperti dikutip Antara, Minggu (7/2).

Ganjar menegaskan mestinya tidak boleh ada masalah administratif yang menghambat penanganan banjir, apalagi dalam kondisi darurat seperti saat ini.

Gubernur lantas menginstruksikan petugas untuk memfungsikan seluruh pompa. Dia mengajak petugas masuk ke rumah pompa untuk menyalakan semua mesin pompa, tapi gagal lantaran dikunci.

"Tapi saya minta hari ini dihidupkan. Saya minta nomor teleponnya, nanti saya cek harus sudah hidup," kata Ganjar.

Ganjar menekankan, penanganan kondisi darurat membutuhkan kecepatan. Sehingga masalah-masalah yang menghambat penanganan banjir seperti kendala administratif pengoperasian mesin pompa harus cepat ditangani.

Apalagi, lanjut dia, pompa di Rumah Pompa Mberok menjadi tumpuan penanganan banjir di Kawasan Kota Lama.

"Ini kalau tidak segera surut, padahal hanya disedot dari situ, maka tidak boleh hanya karena administrasi itu menghambat. Saya minta tiga-tiganya digenjot dan mudah-mudahan hari ini tidak hujan lebat sehingga genangan bisa disedot," tutur Ganjar lagi.

Sementara Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah Dua Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Yoyok Wiratmoko mengatakan sebagian pompa di Rumah Pompa Mberok belum bisa difungsikan karena belum diserahkan secara resmi ke pemerintah kota.

"Itu yang mengerjakan adalah Kementerian PUPR, dan belum diserahkan ke Pemkot Semarang, jadi untuk mengoperasionalkannya itu masih di ranah PUPR, kami sudah melakukan komunikasi," terang Yoyok.

Banjir menggenangi sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah (CNN Indonesia/Damar)Banjir menggenangi sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah (CNN Indonesia/Damar)

Yoyok pun menyatakan akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Ganjar Pranowo agar semua pompa di Rumah Pompa Mberok bisa difungsikan menyedot banjir.

Selain menginstruksikan pengoptimalan fungsi pompa di Rumah Pompa Mberok, Ganjar juga meminta PT KAI mencari penyebab genangan di Stasiun Tawang.

"Jadi harus dicari penyebab genangan, kalau memang ada kebocoran drainase, maka harus dibenahi secepatnya, sebab kondisi curah hujan di Semarang ini cukup ekstrem, dan diperkirakan BMKG kondisi ini bisa seminggu," ujar Ganjar lagi.

(Anta/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK