Puluhan Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Positif Covid

CNN Indonesia | Minggu, 07/02/2021 18:09 WIB
Hampir 50 narapidana di Lapas Sukamiskin dinyatakan positif corona. Pihak Dirjen Pemasyarakat masih menyembunyikan identitas napi korupsi yang positif Covid. Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan narapidana korupsi yang mendekam di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, terkonfirmasi positif terpapar virus corona (Covid-19).

Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Aprianti mengungkapkan hal itu diketahui setelah pihak lapas menggelar tes swab terhadap 460 orang.

"Perlu kami sampaikan ada 460 orang yang dilakukan swab dan hasilnya ada 51 orang warga binaan terkonfirmasi positif," kata Rika melalui pesan singkat, pada Minggu (7/2).


Kata Rika dari 51 orang yang positif, empat orang di antaranya bergejala sehingga harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan sisanya diisolasi mandiri di blok khusus.

Hanya saja Rika enggan membeberkan siapa saja narapidana korupsi yang terinfeksi Covid-19.

"Sedangkan 47 orang dilakukan isolasi mandiri di blok khusus tentunya di bawah pengawasan tim medis dari Lapas Sukamiskin," ucap Rika.

Rika bilang pihaknya terus melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Meninggal di Lapas Hoaks

Rika juga meluruskan informasi mengenai kabar kasus meninggal di lapas Sukamiskin. Menurut dia informasi itu sepenuhnya tidak benar.

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa ada isu yang meninggal di Lapas Sukamiskin itu adalah hoaks. Saya katakan bahwa itu adalah hoaks, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Menurut Rika jika ada yang meninggal itu merupakan petugas pengamanan lapas.

"Yang ada juga memang ada satu petugas P2U pengamanan Lapas Sukamiskin yang meninggal tapi karena kecelakaan dan sekarang ini sedang akan dilakukan pemulasaraan dan dibawa ke Ciamis. Mohon diluruskan ya," ungkapnya.

(ryh/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK