Menkes soal Pelibatan TNI-Polri: Strategi Perang Lawan Covid

CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2021 16:06 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pelibatan TNI-Polri dalam menghadapi pandemi covid karena layaknya situasi perang. Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Kris - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pelibatan TNI-Polri dalam menghadapi pandemi covid lantaran saat ini Indonesia tengah menghadapi situasi layaknya perang.

"Kami di sini bekerja sama dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengatasi perang ini. Perang ini harus dimulai dengan tujuan yang jelas. tujuannya adalah mengurangi laju penyebaran virus," kata Budi di Mabes TNI Cilangkap usai menghadiri Apel bersama Panglima TNI, Selasa (9/2).

Budi mengatakan, hal paling penting dalam memerangi virus ini adalah dengan mencegah virus ini menular ke orang lain. Adapun kata dia, strategi yang dilakukan adalah dengan memiliki kemampuan intelijen layaknya perang sungguhan di lapangan.


"Intelnya TNI dulu pake pengamatan fisik dan menyadap handphone, sekarang pakai test kit," kata dia.

Selain strategi itu, Budi juga mengatakan ada strategi lainnya berkaitan dengan perang melawan virus ini. Strategi kedua ini yakni dengan langsung membunuh musuh di tempat.

Namun, perang melawan virus tentu tak bisa melakukan pembunuhan secara langsung atau secara fisik, tetapi dengan menggunakan alat suntik berupa vaksin.

"Kalau TNI dulu bunuh dengan senjata senapan dan pistol, sekarang temen-temen TNI bekerja sama dengan kedokteran membunuhnya dengan suntikan," kata dia.

"Jadi kita harus melakukan program vaksinasi untuk bisa membunuh musuh di daerah-daerah yang memang banyak musuhnya, sudah berkeliaran untuk bisa mengurangi laju penularan dari musuh-musuh ini," katanya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menjelaskan saat ini pihaknya telah membidik sedikitnya 23 ribu desa yang tersebar di Jawa dan Bali untuk penempatan pasukan TNI yang sengaja ditugaskan untuk menghalau covid-19.

Namun kata dia angka tersebut masih fluktuatif, masih bisa berubah seiring tingkat penyebaran kasus yang bertambah atau melandai.

"Ditempatkan di 23 ribu desa yang ada di Jawa maupun Bali. Itu pun masih bisa berubah nanti sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lapangan," kata dia.

Dalam pelaksanaanya, di setiap desa kata Hadi akan dibuat pos terpadu yg dikelola oleh Bintara Pembina Desa, Babinkamtibmas, Sotolinmas dan Satpol PP.

"Mereka akan diberikan SOP sesuai apa yang dilaksanakan di daerah masing-masing dan perkembangan yang ada di wilayah masing-masing. tentunya akan berbeda petugas yang ada di zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah," jelasnya.

(tst/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK