Nama Ganjar di Soal Buku Agama dan Kaget Sang Gubernur Jateng

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 07:43 WIB
Buku itu jadi kontroversi di media sosial karena mengilustrasikan sosok 'Ganjar' yang banyak rezeki tapi tak pernah bersyukur, juga malas salat. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/ Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah buku menyertakan nama Ganjar di soal sekolah menjadi viral. Buku itu jadi kontroversi di media sosial karena mengilustrasikan sosok 'Ganjar' yang banyak rezeki tapi tak pernah bersyukur, juga malas salat.

Soal pilihan ganda itu termaktub dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 SD. Buku itu diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai yang berada di Solo, Jawa Tengah. Nama 'Ganjar' dikait-kaitkan dengan sosok asli yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo pun mengaku kaget beredar soal yang memiliki kesamaan nama dengan pemberian orang tuanya. Meski demikian, ia menganggapnya sebagai autokritik agar lebih rajin beribadah. Meski demikian, Ganjar lantas mencoba mencari tahu siapa penulis dan penerbit buku soal tersebut.


"Saya tahu dapat info itu, ya kaget aja. Saya sih nanti biar dicek teman-teman untuk klarifikasi dulu saja siapa yang nulis, benar tidak, motifnya apa. Biar tidak terjadi keributan," kata Ganjar, Selasa (9/2).

Sementara itu, dari pihak penerbit, General Manager Tiga Serangkai, Mas Admuawan sudah membantah nama 'Ganjar' memiliki keterkaitan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia menegaskan soal dalam buku tersebut pertama kali terbit pada 2009. Menurutnya, kala itu belum ada nama Ganjar yang menjadi tokoh masyarakat atau Gubernur Jawa Tengah seperti saat ini.

"Jadi nama Ganjar di sini tidak ada kaitannya dengan Pak Gubernur," kata dia.

Selain itu, pihak penerbit turut mengakui bila buku tersebut terus dicetak setiap tahun. Alhasil, nama 'Ganjar' dalam soal pilihan ganda itu masih tercantum hingga cetakan terakhir pada 2020. Pihak penerbit mengatakan tidak pernah mengadakan revisi karena belum ada perubahan kurikulum.

"Karena di tidak ada perubahan kurikulum yang signifikan di Pelajaran Agama Islam, kita tidak melakukan revisi," katanya.

Kementerian Agama melalui Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain turut merespons polemik tersebut. Ia menegaskan bila Kemenag tak mengeluarkan buku pendidikan agama yang mencantumkan nama 'Ganjar'.

"Saya yakin kalau itu betul buku ya, itu kan terlihat soal-soal, saya yakin bukan diterbitkan oleh Kementerian Agama," kata Zain, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/2).

Zain menegaskan pihaknya sudah sangat detail menilai buku pendidikan agama yang selama ini sudah disebar ke sekolah maupun madrasah di seluruh Indonesia.

Ia mengklaim telah melibatkan banyak praktisi, pakar dan guru yang seusai bidangnya untuk menilai substansi dalam buku-buku agama yang diterbitkan oleh Kemenag selama ini.

"Jadi saya yakin buku itu [soal Ganjar] itu belum di dinilai oleh Kemenag," kata dia.

Merespons hal itu, Zain mengatakan pihak Kemenag akan mengambil langkah untuk mengecek keberadaan buku agama yang menuai polemik tersebut.

(rzr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK