Kuota Program Kampus Mengajar Dibuka untuk 15 Ribu Mahasiswa

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 15:48 WIB
Kemendikbud membuka kuota 15 ribu mahasiswa untuk pogram Kampus Mengajar dan mendapat bantuan UKT Rp2,4 juta serta biaya hidup. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/1001nights)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kuota untuk 15 ribu mahasiswa yang ingin mengikuti program Kampus Mengajar dan mendapat bantuan biaya uang kuliah tunggal (UKT) hingga Rp2,4 juta serta biaya hidup Rp700 ribu per bulan.

"Jumlah antara 15 ribu sampai 20 ribu [mahasiswa]. Tapi 15 ribu sudah fix. Kita inginnya lebih dari itu, cari dari berbagai support," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Paristiyanti Nurwardhani ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (10/2).

Ia menjelaskan jumlah tersebut hanya untuk mahasiswa peserta Kampus Mengajar yang dibiayai pemerintah. Untuk bisa mendapat pembiayaan, mahasiswa diseleksi terlebih dahulu.


Sementara itu, menurutnya, Kemendikbud juga membuka peluang bagi mahasiswa lain dengan skema mandiri. Kementerian akan memfasilitasi peserta program tanpa memberikan bantuan biaya.

Paris mengatakan, Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim pada awal tahun lalu. Saat itu, ia meminta program tersebut diterapkan di seluruh kampus.

Melalui Kampus Merdeka, Nadiem meminta perguruan tinggi memberi keleluasaan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas hingga dua semester atau setara 40 satuan kredit semester (SKS).

Infografis Kebijakan 'Kampus Merdeka' ala Menteri NadiemInfografis Kebijakan 'Kampus Merdeka' ala Menteri Nadiem. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Ada delapan kegiatan yang bisa dipilih, yakni magang, proyek di desa, pertukaran pelajar, penelitian, kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan dan mengajar di sekolah. Kampus Mengajar jadi bagian dari pilihan kegiatan yang terakhir.

Dengan begitu, Paris mengatakan Kampus Merdeka berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah diterapkan banyak kampus. Mekanisme penilaiannya juga berbeda SKS dengan KKN (peserta Kampus Mengajar mendapat nilai setara 12 SKS). 

"Karena KKN aktivitas yang lain dalam Kampus Merdeka. Jadi ada delapan aktivitas. Beda kegiatan," lanjut dia.

Kegiatan Kampus Merdeka sendiri, katanya, akan berlangsung setiap tahun.

Paris menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) perihal jumlah pasti anggaran yang digelontorkan dan perihal teknis lainnya.

Sebelumnya, program Kampus Merdeka dibuka untuk seluruh mahasiswa semester 5 ke atas di PTN dan PTS. Jika lolos seleksi, mahasiswa akan mengajar 6 jam per hari di SD pada daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) secara daring maupun luring.

(fey/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK