DPR Sebut 100 Helikopter Mi-17 TNI AD Bisa Kembali Terbang

CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2021 03:40 WIB
Usai di-grounded berbulan-bulan akibat kecelakaan di Kendal, sekitar 90 helikopter Mi-17 bisa kembali terbang berkat penambahan anggaran pertahanan. Ilustrasi helikopter MI-17 buatan Rusia. (Foto: ANDREW ALVAREZ / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi I DPR RI menyebut sekitar 100 helikopter Mi-17 yang sempat dikandangkan akibat kecelakaan alutsista di Kendal, Jawa Tengah, tahun lalu, bisa kembali terbang.

Hal itu dikatakan saat Komisi I DPR mengunjungi Markas Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di Lapangan Udara Ahmad Yani Semarang pada Senin (15/2).


Di markas ini, terdapat 128 unit armada tempur udara yang hampir separuhnya dalam kondisi tidak layak terbang.

"Bayangkan, 128 pesawat itu 20-nya dalam proses untuk pemutihan, yang sisanya tinggal 100-an itu hanya 24 yang layak terbang available, yang 80 itu grounded alias tidak layak terbang," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto, di lokasi, Senin (15/2).

"Dengan anggaran yang bagus sekarang ini, insyaallah 90 persen dari yang tadi dari 100 pesawat itu bisa terbang kembali," lanjutnya.

Diketahui, kecelakaan heli tempur TNI AD Mi-17 di Kawasan Industri Kendal (KIK), 6 Juni 2020, itu mengakibatkan 4 orang kru meninggal dunia. Sejumah pihak pun mengkritisi soal pemeliharaan dan perawatan alutsista.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri memberikan anggaran kepada Kementerian Pertahanan sebesar Rp137,3 trilyun di APBN 2021, atau terbesar kedua setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang digunakan untuk kepentingan alutsista dan kesejahteraan prajurit.

Anton mengaku akan mengawasi penggunaan anggaran Kementerian Pertahanan lewat pengecekan ke lapangan.

"Kemarin kan sudah kita anggarkan, sekarang kita cek ke lapangan, betul atau tidak anggaran itu terserap dengan baik", ujar Anton

Komandan Pusat Penerbang TNI Angkatan Darat (Danpus Penerbad) Mayjen TNI Teguh Pujo Rumekso menyebut perawatan dan pemeliharaan armada tempur udara memiliki sistem dan mekanisme yang berbeda.

Ia memberikan contoh dalam hal pemeliharaan heli tempur jenis Mi-17 dengan helikopter Apache.

"Perawatan itu tergantung jenis dan hasil striping jadi tidak sama anggaran heli satu dengan heli yang lain. Jadi kegiatan yang dilaksanakan dan sebelum dilaksanakannya perbaikan atau overhaul," ujarnya.

(dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK